Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi di Istana, Apa Maunya PAN?
Selasa, 07 Agustus 2018 - 19:31 WIB
Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi di Istana, Apa Maunya PAN?
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Selasa (7/8/3018). Pertemuan dilakukan kurang lebih selama satu jam.
Zulkifli tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pukul 15.30 WIB. Usai melakukan pertemuan dengan Jokowi, pria yang akrab disapa Zulhas itu meninggalkan Istana pada pukul 16.30 WIB.
Tak diketahui apa isi pertemuan antara Zulkifli dengan Jokowi. Tak ada keterangan yang diberikan Zulkifli saat ia meninggalkan Istana.
Hingga saat ini, sikap politik PAN di Pilpres 2019 masih abu-abu. Dalam beberapa pertemuan ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukung dengan Jokowi misalnya, perwakilan PAN tidak tampak.
Sementara itu, di waktu bersamaan, PAN justru ikut rapat-rapat konsolidasi yang digagas kubu Prabowo Subianto. PAN bahkan mendorong Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres pendamping Prabowo versi rekoemendasi ijtimak ulama.
Namun, PAN belum juga memberikan kepastian. Partai berlambang matahari itu seolah ingin mengulur waktu dengan menunda Rakernas hingga 9 Agustus, detik akhir masa pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU.
Terkait potensi PAN bergabung dalam koalisi Jokowi, politikus PDIP Pramono Anung tak mau mendahului. Pramono mengatakan hingga kini Jokowi masih didukung sembilan parpol. Namun, kemungkinan PAN merapat ke kubu petahana tetap terbuka.
"Kita lihat nanti pada saatnya yang tanda tangan pencalonan presiden dan wapres apakah jumlah partai pendukungnya 9 atau 10," ucap Pramono.
Zulkifli tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pukul 15.30 WIB. Usai melakukan pertemuan dengan Jokowi, pria yang akrab disapa Zulhas itu meninggalkan Istana pada pukul 16.30 WIB.
Tak diketahui apa isi pertemuan antara Zulkifli dengan Jokowi. Tak ada keterangan yang diberikan Zulkifli saat ia meninggalkan Istana.
Hingga saat ini, sikap politik PAN di Pilpres 2019 masih abu-abu. Dalam beberapa pertemuan ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukung dengan Jokowi misalnya, perwakilan PAN tidak tampak.
Sementara itu, di waktu bersamaan, PAN justru ikut rapat-rapat konsolidasi yang digagas kubu Prabowo Subianto. PAN bahkan mendorong Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres pendamping Prabowo versi rekoemendasi ijtimak ulama.
Namun, PAN belum juga memberikan kepastian. Partai berlambang matahari itu seolah ingin mengulur waktu dengan menunda Rakernas hingga 9 Agustus, detik akhir masa pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU.
Terkait potensi PAN bergabung dalam koalisi Jokowi, politikus PDIP Pramono Anung tak mau mendahului. Pramono mengatakan hingga kini Jokowi masih didukung sembilan parpol. Namun, kemungkinan PAN merapat ke kubu petahana tetap terbuka.
"Kita lihat nanti pada saatnya yang tanda tangan pencalonan presiden dan wapres apakah jumlah partai pendukungnya 9 atau 10," ucap Pramono.
(pur)