Peta Koalisi Masih Alot, Terbentuknya Poros Ketiga Masih Terbuka

Senin, 06 Agustus 2018 - 10:59 WIB
Peta Koalisi Masih Alot,...
Peta Koalisi Masih Alot, Terbentuknya Poros Ketiga Masih Terbuka
A A A
JAKARTA - Jelang empat hari masa akhir pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres 2019 belum ada tanda-tanda dari masing-masing kubu koalisi partai politik mendaftarkan calon mereka ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad menganggap, aksi saling tunggu antar kubu menandakan soliditas parpol koalisi masih belum menemui kata sepakat soal tiket cawapres.

Menurutnya, PKS sepertinya masih keras menginginkan agar dua kandidat cawapres yang direkomendasikan Ijtima ulama yakni Habib Salim Asegaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad dipertimbangan lebih serius oleh Prabowo Subianto.

"Sementara dari pernyataan-pernyataan Prabowo ketika bertemu dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) mengindikasikan ketertarikannya untuk memilih AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai cawapres," ujar Nyarwi saat dihubungi SINDOnews, Senin (6/8/2018).

Nyarwi menilai, perkembangan tersebut memungkinkan koalisi Prabowo terus akan deadlock. Menurut dia, jika hal itu terus berlangsung tanpa adanya konsesi atau kesepakatan politik yang diterima PKS maka bukan tidak mungkin PKS keluar dari barisan Prabowo.

Di saat bersamaan, kata Nyarwi di kubu petahana Jokowi juga belum menemukan kata sepakat. Menurutnya, PKB yang masih kekeuh mendorong Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga belum mendapat kepastian dari koalisi tersebut. Ia menganggap tak menutup kemungkinan PKB masih berpeluang hengkang dari koalisi itu terlebih keluar rekomendasi dari PBNU.

Di sisi lain narasi politik yang dibangun Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais dianggap terlalu dominan ke kubu Prabowo yang membuat partai yang dipimpin Zulkifli Hasan bisa memilih jalan tengah. Sementara sampai saat ini PAN belum memutuskan akan berada di kubu mana pada Pilpres 2019 karena masih menunggu Rakernas.

"Maka bukan tidak mungkin PKS, PKB dan PAN mulai membangun koalisi dan melahirkan poros ketiga dan mencalonkan pasangan capres-cawapres baik dari kalangan elite-elite mereka maupun mengambil tokoh yang memiliki kedekatan dengan mereka dan punya daya jual elektabilitas yang potensial seperti Gatot (Nurmantyo) dan Anies (Baswedan)," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
MBG Dihentikan saat...
MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, BGN Hentikan Sementara MBG saat Libur Sekolah 22 Juni-13 Juli 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved