Penjelasan Istana terkait Pernyataan Jokowi Ajak Relawan Siap Berantem

Minggu, 05 Agustus 2018 - 21:13 WIB
Penjelasan Istana terkait...
Penjelasan Istana terkait Pernyataan Jokowi Ajak Relawan Siap Berantem
A A A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat umum dengan kelompok relawan di Sentul Bogor pada Sabtu (4/8) kemarin menuai polemik di tengah masyarakat.

Saat itu Jokowi sempat melontarkan pernyataan kepada relawan agar jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, dan jangan membangun fitnah. Jokowi juga mengajak relawan agar tidak mencela, tidak menjelekkan orang lain, tetapi kalau diajak "berantem" harus berani.

Kata-kata Jokowi tentang "berantem' tersebut langsung menuai komentar negatif di masyarakat. Bahkan pernyataan itu dikhawatirkan bisa menimbulkan perpecahan.

Juru Bicara (Jubir) Presiden Johan Budi SP mencoba meluruskan pernyataan Jokowi tersebut. Johan Budi meminta semua pihak agar tidak sepotong-sepotong dalam memahami sebuah konteks kalimat.

"Kita kalau melihat itu jangan sepotong-sepotong. Siapapun, saya kira tahu apa yang disampaikan Pak Jokowi di depan relawan itu. Kalau kita lihat konteksnya yang lengkap, justru Pak Presiden menyampaikan kampanye itu jangan menyerang. Tidak boleh memfitnah. Tidak boleh ujaran kebencian," ujar Johan Budi, Minggu (5/8/2018).

Menurut Johan Budi, apa yang disampaikan Presiden Jokowi merupakan kata kiasan. Johan menegaskan apa yang disampaikan Jokowi bukan secara fisik mengajak relawan berantem dengan pihak lain.

"Berantem jangan dikaitkan secara fisik. (Kata Presiden) kita tidak boleh memfitnah, tidak boleh mengeluarkan ujaran kebencian, tapi kita harus siap berantem, tapi itu bukan fisik. Saya enggak hadir tapi saya baca di berita, bukan berantem fisik," kata mantan jubir KPK itu.

Karenanya, Johan Budi menganggap pernyataan presiden tersebut tidak provokatif. "Saya kira nggak (provokatif). Jangan berantem diartikan fisik. Sebelum bicara itu, Pak Presiden pesan jangan fitnah dan lain sebagainya," pungkas caleg PDIP Dapil 7 Jawa Timur itu.
(thm)
Berita Terkait
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
Ganjar Cerita Kedekatan...
Ganjar Cerita Kedekatan dengan Mahfud MD, Diskusi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Kantor TPN Ganjar Pakai...
Kantor TPN Ganjar Pakai Markas Pemenangan Jokowi di Pilpres 2019
KAMI Tak Ambil Pusing...
KAMI Tak Ambil Pusing Dengar Nyinyiran Pendukung Pemerintah
Survei LSJ: 40,6 Persen...
Survei LSJ: 40,6 Persen Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 Merapat ke Prabowo
Berita Terkini
Fenomena Matahari Tepat...
Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah, Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Titik
Periksa Anggota BPK...
Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi, KPK Dalami Dugaan Pengaturan Opini WTP Pemkab Muara Enim
Hari Ini, Tersangka...
Hari Ini, Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved