Survei RTK, Popularitas Jokowi dan Prabowo Masih Tinggi
Minggu, 05 Agustus 2018 - 20:19 WIB
Survei RTK, Popularitas Jokowi dan Prabowo Masih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei yang dilakukan Roda Tiga Konsultan (RTK) pada periode 23 Juli-1 Agustus 2018, nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih menjadi pilihan favorit untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Namun survei RTK menyebut Jokowi masih unggul atas Prabowo.
Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Rikola Fedri, mengatakan, jika Pilpres diadakan pada saat survei tersebut dilakukan maka yang muncul dari pertanyaan spontan para responden banyak yang memilih Jokowi.
"Sebanyak 42,5 persen responden memilih Jokowi dan 21,3 persen memilih Prabowo. Sedangkan untuk pertanyaan tertutup, nama Jokowi masih tetap unggul dengan 48,7 persen dan nama Prabowo 26,3 persen," ujar Rikola kepada wartawan, Minggu (5/8/2018).
Berdasarkan tingkat popularitas dan tingkat kesukaan, kata dia, nama mantan Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut masih cukup tinggi.
"Jokowi dikenal oleh 95,2 persen dan disukai oleh 75,3 persen responden. Sementara itu Prabowo dikenal oleh 88,1 persen dan disukai oleh 65,1 persen responden," sebutnya.
Dalam survei RTK juga menampilkan tingkat kemantapan para responden ketika memilih nama calon presiden yang telah dipilih antara nama Jokowi dan Prabowo.
"Tingkat kemantapan memilih presiden belum terlalu tinggi. Pemilih yang mantap memilih Jokowi hanya 35,9 persen dari total pemilih 48,7 persen. Sedangkan pemilih yang mantap memilih Prabowo hanya 19,8 persen dari total pemilih 26,3 persen," tuturnya.
Survei yang dilakukan Tiga Roda Konsultan dimulai 23 Juli-1 Agustus 2018 menggunakan metode stratified systemic random sampling dengan melibatkan 1.160 responden.
Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentan margin of error sebesar 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Rikola Fedri, mengatakan, jika Pilpres diadakan pada saat survei tersebut dilakukan maka yang muncul dari pertanyaan spontan para responden banyak yang memilih Jokowi.
"Sebanyak 42,5 persen responden memilih Jokowi dan 21,3 persen memilih Prabowo. Sedangkan untuk pertanyaan tertutup, nama Jokowi masih tetap unggul dengan 48,7 persen dan nama Prabowo 26,3 persen," ujar Rikola kepada wartawan, Minggu (5/8/2018).
Berdasarkan tingkat popularitas dan tingkat kesukaan, kata dia, nama mantan Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut masih cukup tinggi.
"Jokowi dikenal oleh 95,2 persen dan disukai oleh 75,3 persen responden. Sementara itu Prabowo dikenal oleh 88,1 persen dan disukai oleh 65,1 persen responden," sebutnya.
Dalam survei RTK juga menampilkan tingkat kemantapan para responden ketika memilih nama calon presiden yang telah dipilih antara nama Jokowi dan Prabowo.
"Tingkat kemantapan memilih presiden belum terlalu tinggi. Pemilih yang mantap memilih Jokowi hanya 35,9 persen dari total pemilih 48,7 persen. Sedangkan pemilih yang mantap memilih Prabowo hanya 19,8 persen dari total pemilih 26,3 persen," tuturnya.
Survei yang dilakukan Tiga Roda Konsultan dimulai 23 Juli-1 Agustus 2018 menggunakan metode stratified systemic random sampling dengan melibatkan 1.160 responden.
Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentan margin of error sebesar 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
(thm)