Orang Pinggiran Jadi Tamu Allah

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 08:41 WIB
Orang Pinggiran Jadi...
Orang Pinggiran Jadi Tamu Allah
A A A
Faisal Ismail
Guru Besar Pascasarjana Fakultas Ilmu Agama IslamUniversitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta

ISTILAh “orang ping­gir­an” digunakan un­­tuk menyebut orang yang secara ekonomi berpenghasilan pas-pasan. Orang pinggiran ini be­kerja keras dan sedikit demi sedikit menabung agar bisa naik haji.

Perintah Allah yang me­wa­jibkan umat Islam naik haji an­tara lain terdapat dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 97: “Me­ngerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu me­la­ku­kan perjalanan ke Bai­tul­lah...” Kemampuan ini me­n­ca­kup kemampuan mental dan fisikal (sehat) dan ke­mam­puan ke­uangan (mempunyai dana). Bagi orang kaya, ongkos naik haji mudah tersedia. Bagi orang pinggiran, ongkos naik haji ti­dak mudah dan harus me­na­bung selama belasan dan pu­luh­an tahun. Termotivasi oleh iman yang kuat, banyak orang ping­giran pada akhirnya bisa berhaji dengan hasil tabungan mereka.

Tukang Pijat Naik Haji
Bekerja sebagai tukang pi­jat, Sofyan berhasil naik haji pada 2015 setelah menabung se­lama 16 tahun. Kakek 82 ta­hun ini adalah warga Desa Ba­long­be­suk, Kecamatan Diwek, Ka­bupaten Jombang, Jawa Ti­mur. Se­tiap harinya, ia me­na­bung Rp5.000 dan kadang Rp10.000. Begitu pun halnya dengan Yani Zimah, 65, yang bekerja sebagai tukang pijat bayi. Yani naik haji dengan hasil tabungannya se­la­ma tujuh ta­hun. Ia adalah warga Kampung Karanganyar, Ke­lu­rah­an Bron­to­kusuman, Keca­mat­an Mer­ga­ngsang, Kota Yog­ya­karta. Ka­rena suaminya, Kho­lid Mo­ris, meninggal pada 2011, ia mendaftar sendiri sebagai cal­haj pada 5 Januari 2011 dan be­rangkat haji pada 2017 seorang diri tanpa didampingi keluarga.

Sebagai tukang pijat bayi, Yani tidak memasang tarif ke­pada para pelanggannya. Ibu lima anak dan dua belas cucu ini me­nu­turkan, uang hasil jerih payahnya sedikit demi sedikit ditabung. Mengamalkan pesan kakeknya, Yani rutin membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 2000 kali setiap hari dan banyak me­lak­sanakan salat hajat dan ta­hajud. Yani menuturkan peng­ha­sil­annya per hari rata-rata Rp 200.000. Dengan uang Rp11.125.000, ia mendaftar sebagai calhaj dan akhirnya membayar lunas se­be­sar Rp35,7 juta.

Tukang pijat lainnya yang ber­hasil naik haji adalah Sa­ba­ru­din. Ia bersama istrinya, Um­pi­kah, tinggal di Jalan Ukel, Ker­tosari, Ponorogo, Jawa Ti­mur. Sudah dua kali (2003 dan 2017) Sabarudin naik haji. Pada haji yang kedua, ia mendaftar pada 2010 dan berangkat ber­sama is­trinya. Sabarudin me­nu­turkan, setiap pelanggannya memberi uang jasa Rp20.000-50.000. Is­trinya membuka warung kecil un­tuk menambah pendapatan ke­luarga. Setelah menabung se­lama bertahun-tahun, Saba­ru­din bersama is­tri­nya meraih im­piannya be­rangkat naik haji.

Bekerja sebagai tukang ser­vis sepeda dan penambal ban, Ib­roni sangat merindukan Tanah Suci. Setelah menabung selama 24 tahun, ia pun berhasil naik haji. Ia adalah warga Sumber La­wang, Sragen, Jawa Tengah. Pekerjaan yang ia geluti sejak 1993 itu pada akhirnya bisa mewujudkan impiannya me­nu­nai­kan ibadah haji. Dari peng­ha­sil­an setiap hari yang tidak pasti, Ib­roni selalu menyisihkan un­tuk ditabung agar bisa berhaji. Ibroni mendaftar sebagai calhaj dan kemudian berangkat pada 20 Agustus 2017. Ibroni sangat senang karena bisa naik haji dari hasil kucuran keringatnya sen­diri yang halal. Dengan me­nu­naikan ibadah haji, ia ber­ko­mit­men semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Naik haji dengan hasil ku­curan keringat dan jerih payah sendiri dialami juga Rusman Ali (39) yang berprofesi sebagai pe­nambal ban. Ia tinggal di Me­dayu Senduru, Kabupaten Lu­ma­­jang, Jawa Timur, dan be­rang­kat haji pada 2017. Dia me­nuturkan, upaya menunaikan ibadah haji bersama istrinya dimulai sejak 2004. Alham­du­lillah, kata dia, setiap harinya dapat mengumpulkan uang rata-rata Rp50.000. Walaupun pendapatan setiap hari pas-pa­san, Rusman bertekad me­na­bung demi berangkat haji.

Se­tiap hari Rusman me­ng­amal­kan ajaran kiainya membaca Surah Yasin dan Al-Waqiah agar Allah melapangkan rezeki ba­gi­nya. Meskipun Rusman ber­he­mat menabung agar bisa ber­haji, tapi tidak membuatnya men­jadi pe­lit. Ia berkeyakinan de­ngan ba­nyak bersedekah, Allah semakin melimpahkan rezeki-Nya. Kisah sosok inspiratif lain­nya berasal dari Ismail, warga Banjarmasin, Kalimantan se­la­tan, yang bekerja sebagai pe­nam­bal ban bisa naik haji dan menghajikan ibunya.

Kepada siapa saja yang ber­tak­wa dan bekerja keras (ter­ma­suk orang pinggiran), Allah secara surprise memberi jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka sebagaimana janji dan jaminan Allah dalam Alquran Surah at-Thalaq ayat 2-3: “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, nis­caya Dia akan mencukupkan ke­perluannya.” Itulah kisah-kisah impresif dan inspiratif orang-orang pinggiran yang berhasil naik haji dan bersama jamaah haji di seluruh dunia menjadi tamu-tamu Allah di Tanah Suci.
(thm)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Kaum Disabilitas Vs...
Kaum Disabilitas Vs Kaum OJOL
Larangan Mudik untuk...
Larangan Mudik untuk Keselamatan Publik
Korona Hadiah Terbesar...
Korona Hadiah Terbesar di Hari Kesehatan Dunia
Berita Terkini
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved