Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode, Partai Ini Usulkan Nama Cawapres

Selasa, 31 Juli 2018 - 16:38 WIB
Deklarasi Dukung Jokowi...
Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode, Partai Ini Usulkan Nama Cawapres
A A A
JAKARTA - Banyaknya partai politik yang mendukung Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang, membuatnya semakin kokoh di kursi RI 1. Hingga saat ini, Presiden Joko Widodo didukung oleh PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PKB, Perindo, PSI dan PKPI. Dengan dukungan sebanyak itu, Presiden Joko Widodo diprediksi akan memenangkan Pilpres tahun depan.

Untuk memperkuat posisi Presiden Joko Widodo, Partai Rakyat yang dipimpin oleh I Ketut Tenang bersama anggota dan koalisinya menggelar Deklarasi Nasional Mendukung Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan tampuk kepemimpinannya pada periode 2019-2024 mendatang. Deklarasi Nasional ini berlangsung di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/7/2018).

"Saya bersama Partai Rakyat beserta koalisi sepakat dan memutuskan untuk mendukung Presiden Joko Widodo dan Sam Aliano sebagai cawapresnya pada periode 2019-2024," ujar Ketua Umum Partai Rakyat, I Ketut Tenang di lokasi.

Sam Aliano yang juga hadir dalam acara deklarasi tersebut menerima amanah yang dipercayakan oleh Partai Rakyat dan koalisinya itu. Ia menyatakan siap mendampingi Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan program-program yang telah dicanangkan dan dijalankan sebelumnya.

"Ini adalah suatu kehormatan buat saya dipercaya dan didukung untuk menjadi cawapres Pak Jokowi. Saya bersama Pak Jokowi akan menjalankan amanah rakyat, saling bersinergi dan sejalan demi bangsa dan negara Indonesia. Saya akan melanjutkan program Pak Jokowi untuk memberantas korupsi dan memperbaiki ekonomi," tutur Sam Aliano.

Target awalnya bersama Presiden Joko Widodo adalah mengangkat martabat dan kepercayaan dunia terhadap mata uang Rupiah agar ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Sam Aliano berjanji akan membuat kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat semakin menguat, dari Rp 14.000 lebih per Dollarnya menjadi Rp 1,4 saja.

"Maksudnya agar dunia internasional percaya dengan mata uang Rupiah. Jika dunia tidak percaya dengan mata uang kita maka ekonomi Indonesia tidak akan baik. Di luar negeri orang ketawa jika tukar USD100 dengan Rp14.000. Mereka fikir bisa beli rumah mewah hanya dari menukarkan USD100 denganRp 14.000," ucap Sam Aliano.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Iran Segera Serang Zionis...
Iran Segera Serang Zionis Israel dalam 1-2 Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved