PKS Sebut Peluang Anies Diusung Jadi Capres Nyaris Tertutup

Sabtu, 28 Juli 2018 - 18:35 WIB
PKS Sebut Peluang Anies...
PKS Sebut Peluang Anies Diusung Jadi Capres Nyaris Tertutup
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan santer diusulkan sebagai calon presiden (capres) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk medampingi mantan Gubernur Jawa Barat sekaligus kader PKS, Ahmaf Heryawan. Namun, Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin justru menilai peluang Anies Baswedan sebagai capres kini semakin tipis dan nyaris tertutup.

Menurut dia, ada dua faktor yang membuat peluang Anies diusung sebagai capres semakin kecil. Pertama, keinginan Anies yang cenderung ingin tetap menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI.

Suhud mengatakan, Anies sudah kerap memberikan sinyal bahwa dirinya masih ingin mengurus DKI. Bahkan dalam komunikasinya dengan PKS sekitar dua pekan lalu, Anies kembali menyampaikan hal itu.

"Jadi ketika partai-partai sudah oke untuk mengusung tapi Pak Anies tidak berkenan, kan susah juga," ujar Suhud seusai diskusi Polemik MNC Trijaya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2018). (Baca juga: Diusung Jadi Bakal Capres, Anies Baswedan Diminta Hati-hati)

Faktor kedua adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32/2018 tentang Tata Cara Cuti Bagi Pejabat yang Akan Berkampanye. Dalam PP tersebut tercantun kewajiban kepala daerah untuk meminta izin kepada Presiden jika maju menjadi capres ataupun cawapres, dalam waktu paling lama 15 hari setelah menerima surat permintaan izin.

Dengan demikian, jika Anies berniat maju maka surat izin harus sudah diserahkan pada Presiden Jokowi pada 27 Juli 2018 kemarin atau 15 hari sebelum batas akhir pendaftaran capres dan cawapres pada 10 Agustus 2018. (Baca juga: Sejumlah Ulama Deklarasikan Anies Baswedan Jadi Bakal Capres 2019)

"Nah, izin itu saya pikir menjadi penghalang, penghambat bagi Pak Anies untuk bisa maju, karena kalau tidak salah surat izinnya 15 hari otomatis dikeluarkan, berarti harus kemarin. Karena kalau kurang dari 15 hari Pak Jokowi tidak mengeluarkan, kan jadi susah," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
PKS Gelar Rapimnas,...
PKS Gelar Rapimnas, Siapkan Jalan Kemenangan Pileg dan Pilpres 2024
PKS Calonkan Kader Sendiri...
PKS Calonkan Kader Sendiri di Pilpres 2024, Mungkinkah?
Salim Segaf: Walaupun...
Salim Segaf: Walaupun Kalah di Daerah, Tetap Cintai Rakyat
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved