Soal Hasil Survei LIPI, PKS: Dari Dulu Kita Dibilang Begitu

Senin, 23 Juli 2018 - 13:29 WIB
Soal Hasil Survei LIPI,...
Soal Hasil Survei LIPI, PKS: Dari Dulu Kita Dibilang Begitu
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ogah menanggapi serius hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menyebutkanpartai berlambang bulan sabit kembar itu berpotensi tidak akan lolos ambang batas masuk parlemen (parliamentary threshold).

Bagi PKS, siapa pun sah-sah saja melakukan survei. Meski demikian hasil survei tersebut bukan patokan. Masih banyak faktor yang tidak dapat diukur."Buat PKS, dari dulu kita mah selalu dibilang begitu oleh lembaga survei, tidak akan lolos (parlemen-red). Dari dulu itu," ujar Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa Amaliah, Senin (23/7/2018).

Sebaliknya, kata Ledia, hasil survei yang kerap menempatkan PKS di posisi papan bawah justru jadi pelecut untuk bekerja lebih keras. Terbukti, kata Ledia, hasil survei tersebut selalu melenceng jauh dari faktanya.

"Seperti dulu, kita diprediksinya cuma 3,4 persen, alhamdulillah bisa dapat 7 persen. Mudah-mudahan kalau sekarang ada yang menyebutnya di bawah 4 persen dengan margin of error-nya katakanlah 2 persen, mudah-mudahan dari 4 persen jadi 12 persen. Orang mah kudu optimis atuh," tuturnya.

Ledia menambahkan, terlepas dari metode dan cara yang digunakan serta kreadibilitas lembaga survei, terkadang pihaknya tidak habis pikir dengan hasil survei yang selalu menempatkan PKS di posisi papan bawah.

"PKS itu tidak pernah ada hasil surveinya sangat tinggi atau lebih dari parliament threshold. Tapi buat kami itu jadi pelecut, enggak boleh santai. Itu indikasi buat kita bekerja lebih keras," tandas.

Dengan kerja keras dan militansi seluruh kader PKS, lanjut Ledia, partainya telah menetapkan target kemenangan hingga 12%. Target tersebut menurutnya pantas karena mesin PKS terbukti masih sangat militan, seperti yang telah dibuktikan dalam pilkada, beberapa waktu lalu.

"Pilkada salah satu cara untuk memanaskan mesin partai. Alhamdulillah yang calonnya didukung PKS yang sebelumnya popularitas elektabilitasnya kecil, bisa naik, seperti Jabar, Jateng, dan lainnya," tandas Ledia. (Baca juga: PAN Tidak Percaya Hasil Survei LIPI, Ini Alasannya )

Diketahui, hasil survei LIPI menyebutkan, dengan elektabilitas yang hanya 3,7 persen, PKS terancam tak akan lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2019. Elektabilitas PKS tersebut masih di bawah ambang batas yang ditetapkan, yakni 4%.

"Namun, angka ini didapat pada saat survei dilakukan, mungkin sekarang sudah berubah setelah pilkada," kata peneliti senior LIPI Syamsudin Harris di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, 19 Juli 2018.
(dam)
Berita Terkait
Soal RUU Pemilu, Fraksi...
Soal RUU Pemilu, Fraksi PKS: Demokrasi Harus Hadirkan Pemimpin Berkualitas
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Gelar Halalbihalal,...
Gelar Halalbihalal, PKS Undang Seluruh Peserta Pemilu 2024 dan Presiden-Wapres Terpilih
Jika UU Pemilu Tak Direvisi,...
Jika UU Pemilu Tak Direvisi, PKS Sebut Penguasa Diuntungkan
6 Lumbung Suara Partai...
6 Lumbung Suara Partai PKS di Pemilu Tahun 2019, Mayoritas di Pulau Jawa
PKS Gelar Rapimnas,...
PKS Gelar Rapimnas, Siapkan Jalan Kemenangan Pileg dan Pilpres 2024
Berita Terkini
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved