Bertemu 2 Jam, Ternyata Ini Pembicaraan Megawati dan Airlangga

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:36 WIB
Bertemu 2 Jam, Ternyata...
Bertemu 2 Jam, Ternyata Ini Pembicaraan Megawati dan Airlangga
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menggelar pertemuan tertutup sekira 2 Jam di Kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pertemuan dua elite parpol pada Senin 16 Juli 2018 tersebut membahas berbagai agenda strategis nasional ke depan.

"Golkar dan PDI Perjuangan memiliki akar sejarah panjang. Gabungan kekuatan keduanya, tidak hanya kuat di DPR," kata Hasto mengutip pernyataan Airlangga.

"Namun mampu memastikan efektivitas dan stabilitas pemerintahan ke depan. Terlebih kerja sama Golkar dan PDIP tersebut dilakukan sebelum pilpres, dan hal ini akan memerkuat jalan kemenangan Pak Jokowi," tambahnya.

Menurut Hasto, Megawati menyambut gembira dengan pernyataan Airlangga yang menyebut Golkar memiliki akar sejarah dengan Bung Karno, mengingat sebagai sekretariat bersama, Golkar merupakan kelompok fungsional yang dirancang dengan ideologi pembangunan.

Pada kesempatan tersebut kata Hasto, disepakati juga pentingnya dukungan kepada Presiden Jokowi, juga diserta dengan agenda penataan sistem dan kelembagaan politik nasional agar sesuai dengan Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa.

"Di kalangan Golkar masih banyak politisi senior. Kami usulkan untuk membentuk tim kerja untuk melakukan kajian bersama terhadap proses amandemen dan kemudian memerjuangkan bagaimana MPR memiliki kewenangan di dalam menetapkan Garis Besar Haluan Negara," ujar Airlangga.

Pandangan Airlangga itu kemudian ditanggapi secara serius oleh Megawati dan menceritakan bagaimana Bung Karno pada tahun 1960-an mengumpulkan lebih dari 600 doktor dan merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana.

"Pola Pembangunan Semesta tersebut harus dipelajari kembali dan ditangkap ruhnya sebagai haluan negara yang menjabarkan Pancasila agar Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkebudayaan," kata Megawati penuh semangat.

Terkait siapa yang bakal dipilih untuk mendampingi Jokowi pada pemilu presiden 2019 nanti, kedua parpol sepakat bahwa mengenai hal tersebut akan dibahas secara bersama antara Jokowi dan Ketua Umum parpol koalisi. PDIP, kata Hasto menganggap wajar bahwa setiap parpol ingin mengusung kader terbaiknya menjadi cawapres.

"Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan pada tahun 2014 juga banyak didorong sebagai calon presiden, namun Beliau mendengarkan aspirasi rakyat dan lebih memilih memberikan mandat dan mencalonkan Pak Jokowi," ucap Hasto.
(maf)
Berita Terkait
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Pengurus Baru DPP TMP...
Pengurus Baru DPP TMP Periode 2019-2024 Dilantik, Ara: Rawat Tradisi Gotong Royong
6 Provinsi Lumbung Suara...
6 Provinsi Lumbung Suara Partai Golkar di Pemilu 2019
5 Partai Politik dengan...
5 Partai Politik dengan Kursi Terbanyak di DPRD Jawa Timur, PDIP Memimpin
Pilpres 2024, Golkar...
Pilpres 2024, Golkar Mulai Kaji Pasangan Airlangga Hartarto
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved