PDIP Ingin DPT Jamin Hak Konstitusional Warga Negara dalam Memilih

Rabu, 11 Juli 2018 - 13:56 WIB
PDIP Ingin DPT Jamin...
PDIP Ingin DPT Jamin Hak Konstitusional Warga Negara dalam Memilih
A A A
JAKARTA - Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menganggap Badan Pengawas Pemiu (Bawaslu) merupakan instrumen yang sangat penting dalam peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Hasto setelah menerima kunjungan seluruh pimpinan Bawaslu dalam sosialisi pengawasan pencalonan Pileg dan Pilpres 2019 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Hasto mengatakan, partainya memiliki perhatian penuh terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk memastikan hak konstitusional warga negara dijamin dalam pemilu seperti pencetakan surat suara dan juga sistem pengawasannya nanti.

"Karena itu lah kami akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kerja dari Bawaslu agar bisa menjadi wasit yang sangat baik untuk peningkatan kualitas demokrasi," ujar Hasto.

Hasto mengharapkan, pesta demokrasi yang akan datang menampilkan pertarungan yang berkeadaban, demokrasi yang bukan menang-menangan dan demokrasi yang mampu menghasilkan kepemimpinan dari rakyat.

Terkait peningkatan demokrasi tadi, lanjut Hasto, partainya telah memiliki komitmen penuh dan telah mengambil sikap terhadap para bakal calon legislatif yang akan mengisi lembaga wakil rakyat di semua tingkatan seperti tak mencantumkan kader partai yang tertangkap tangan dan terjerat kasus tindak pidana korupsi.

Dia menegaskan, ada atau tanpa Peraturan KPU (PKPU) yang melarang narapidana korupsi menjadi bakal caleg, partainya sudah melakukan hal tersebut. Hal ini dibuktikan dengan pemecatan secara langsung kader yang terkena OTT dan tersangkut kasus korupsi, sehingga kader tersebut tak memiliki kartu anggota partai yang memungkinkan mereka tidak bisa mengajukan diri menjadi bakal calon.

Hasto mengklaim pemecatan langsung terhadap kader yang terjaring OTT sudah terbukti dilakukan partainya. "Di beberapa waktu yang lalu ada satu keluarga yang menunjukkan praktik korupsi secara luar biasa. Meskipun punya kecenderungan elektabilitas tinggi kami tidak calonkan. Kami tidak ada calon kepala daerah yang berstatus tersangka yang kami calonkan. Karena itu adalah sikap politik dari partai," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Yasonna Ajak Peserta...
Yasonna Ajak Peserta Rakorbidnas Badan Hukum PDIP Satukan Gerak Menyongsong Pemilu 2024
Seperti Pemilu 1999...
Seperti Pemilu 1999 dan 2004, PDIP Dukung Masa Kampanye Dipersingkat
Perayaan HUT ke-50 PDIP...
Perayaan HUT ke-50 PDIP Tidak Undang Parpol Lain, Ini Alasannya
Jelang HUT ke-51, PDIP...
Jelang HUT ke-51, PDIP Ungkap Badan Partai yang Diinisiatori Ganjar Pranowo
Megawati Angkat 4 Tokoh...
Megawati Angkat 4 Tokoh Jadi Kepala Badan, Nomor 1 Siap Mati untuk PDIP
Megawati: Menang Pemilu...
Megawati: Menang Pemilu Tidak Ada Artinya jika Tidak Bisa Perbaiki Kehidupan Rakyat
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved