Soal Cawapres, Pengamat: Ini yang Harus Jadi Pertimbangan Jokowi

Rabu, 11 Juli 2018 - 13:53 WIB
Soal Cawapres, Pengamat:...
Soal Cawapres, Pengamat: Ini yang Harus Jadi Pertimbangan Jokowi
A A A
JAKARTA - Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, wacana politik terkait siapa bakal calon wakil presiden yang dinilai layak mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam kontestasi pilpres semakin mengemuka.

Beberapa petinggi partai yang tergabung dalam koalisi pengusung Jokowi dan relawan Jokowi sudah angkat bicara.

Informasi mengenai sudah adanya sosok bakal cawapres Jokowi terungkap dari pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengungkap isi pembicaraan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri setelah bertemu Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Minggu 8 Juli 2018.

Hasto pun mengungkapkan pernyataan Megawati mengenai kapan cawapres diumumkan. "Pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secercah cahaya ketika matahari terbit dari timur,” kata Hasto menirukan ucapan Megawati.

Terkait pernyataan tersebut, pengamat politik dan kebijakan publik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan (PKPK) Muh Saifullah mengatakan, apa yang disampaikan Megawati merupakan sinyal yang cukup kuat untuk bisa dijadikan rujukan dalam mencoba menebak siapa yang bakal mendampingi Jokowi nanti.

Menurut Saifullah, apa yang dikatakan Megawati dalam tradisi Jawa merupakan bahasa ungkapan tidak langsung sebagai tanda, atau simbol yang memang dalam politik Indonesia kerap digunakan para elite politik untuk memberi sinyal pada masyarakat.

“Secercah cahaya ketika matahari terbit dari timur merupakan pesan kuat dari Megawati bila pendamping Jokowi sebagai cawapres nanti adalah sosok yang bisa berasal dari Indonesia Timur atau setidaknya menyiratkan sosok itu berasal dari Timur," kata Saiful di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Bila dianalisa lebih jauh, kata dia, pertimbangan politik yang dirujuk oleh Jokowi memang cukup komprehensif dan tidak hanya sebatas partai atau ketokohan semata.

Saiful menambahkan, di samping pertimbangan partai dan ketokohan, Jokowi pasti melakukan pertimbangan politik seperti bisa membantu calon presiden dalam mendongkrak suara.

Menurut dia, calon pendamping Jokowi tersebut nanti mampu bekerja dalam ritme kerja yang sama dengan Jokowi serta paham akan detail kondisi agar mengimplementasikan seluruh visi-misi presiden.

“Faktor geopolitik yang berdasarkan kewilayahan juga sangat penting untuk menjadi pertimbangan politik Jokowi. Dikatakan sangat penting karena Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat besar serta sejarah politik dan sentimen publik yang masih banyak mengakar dalam ruang kewilayahan tersebut,” tuturnya.

Menurut Saiful, dalam tradisi politik Indonesia, pertimbangan politik seperti ini menjadi hal yang harus dilakukan calon presiden karena saat ini kedudukan seorang wakil presiden juga menjadi penting.

“Pertimbangan lain yang harus dijawab oleh Jokowi, yakni calon pendampingnya nanti sosok yang mampu menyelesaikan masalah dan bukan malah menjadi beban politik Jokowi pada kemudian hari. Misalnya, sosok itu memiliki banyak musuh politik atau tidak bisa diterima oleh kelompok-kelompok politik tertentu. Idealnya, cawapres Jokowi adalah tokoh atau figur yang bisa diterima oleh semua kalangan,” tandasnya.

Menurut Saiful, dari beberapa nama cawapres yang mengemuka dan bila dikaitkan dengan apa yang dinyatakan oleh Megawati Soekarno Putri tentan secercah cahaya dari timur, bila ditilik dari faktor kewilayahan serta basis dukungan, ada beberapa nama yang bisa dikaitkan di sana. Mahfud MD misalnya.

“Mahfud bisa dikategorikan sebagai tokoh yang mewakili pulau Jawa, terutama Jawa Timur dan Pulau Madura. Dia juga punya reputasi baik dalam kariernya di Mahkamah Konstitusi. Basis suara juga bisa diambil pada kantong-kantong NU mengingat Mahfud juga seorang tokoh NU,” ujar Saiful.

Figur yang juga berasal dari timur, yakni Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi yang saat ini menjadi gubernur NTB. Nama TGB mencuat ketika dia dengan terbuka menyataka mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Padahal sebelumnya dia dikenal sebagai salah satu tokoh yang sering melakukan kritik di pemerintahan dengan gerakan 212 dan berasal dari partai di luar pemerintahan, yakni Demokrat.

“Basis kekuatan TGB adalah umat Islam (alumni 212), namun resistensi dari kalangan luar Islam harus menjadi pertimbangan Jokowi, mengingat di wilayah Timur seperti Maluku, NTT dan Papua yang dalam sejarah politik Indonesia cukup rentan dan gampang goyah oleh isu-isu keagamaan," tuturnya.

Tokoh yang juga berasal dari luar Jawa dan saat ini menjadi sosok fenomenal di Indonesia Timur adalah Andi Amran Sulaiman. Nama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman cukup santer digadang-gadang layak mendampingi Jokowi.

Sebagai representasi dari kawasan Indonesia Timur kans politik Andi Amran sangat besar karena dari tradisi politik indonesia biasanya "memadukan" antara dua tokoh yang berasal dari Barat (Jawa, Sumatera) dengan Timur (Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua).

“Andi Amran Sulaiman juga dikenal sebagai tokoh muda, seorang menteri pekerja keras dan mampu menorehkan prestasi tinggi di sektor pertanian. Andi Amran Sulaiman juga dinilai memiliki jaringan yang kuat diberbagai kalangan terlebih lagi di perdesaan dengan basis dukungan petani yang besar. Dia juga banyak memiliki ide cemerlang dan terobosan yang dinilai mampu mengimbangi irama kerja Jokowi,” paparnya.

Yang terpenting, lanjut Saiful, Amran mampu merangkul berbagai kalangan karena basisnya bukan dari partai, Berdasarkan pengalaman kerjanya sebagai Menteri Pertanian, dia merupakan sosok yang mampu berempati terhadap denyut harapan rakyat kecil, terutama di perdesaan.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved