Samad Akui Sempat Bahas soal Cawapres Jokowi dengan Paloh

Selasa, 10 Juli 2018 - 16:22 WIB
Samad Akui Sempat Bahas...
Samad Akui Sempat Bahas soal Cawapres Jokowi dengan Paloh
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua KPK, Abraham Samad mengaku kedatangannya menemui Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh untuk bersilaturahmi karena Paloh sudah dianggap seperti kakak. Samad juga mengaku berdiskusi mengenai gagasan kepemimpinan nasional yang akan datang.

Menurut Samad, negara ini ke depan perlu menyusun nasional interest yakni kepentingan nasional agar arah kebijakan pembangunan ke depan bisa terarah, semua energi bisa dikerahkan jika pemimpin mempunya nasional interest.

"Tapi kalau kita tidak punya nasional interest, maka nanti arah kebijakan atau visi bangsa jadi tidak jelas," ujar Samad di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Samad mengaku ingin mendorong semua partai politik dan seluruh lapisan masyarakat tentang kerja sama untuk menetapkan nasional interest. Diakui Samad, kehadirannya menemui Paloh tak membahas keinginan dirinya menjadi bakal calon legislatif (caleg) dari partai Nasdem. Jauh dari itu, kata Samad, berbicara yang lebih luas tentang bangsa dan negara sampai soal Pilpres 2019.

Dalam hal ini, Samad mengaskan kembali bahwa kehadirannya menemui Paloh untuk menawarkan gagasan tentang nasional interest. Maksudnya, presiden ke depan harus memiliki visi misi untuk mewujudkan nasional interest.

"Kalau kita tidak berhasil menerapkan itu, pertama jadi tidak jelas, kita tidak mengarahkan semua energi kita untuk sampai ke arah yang kita tuju," kata Samad.

Saat disinggung soal dirinya yang pernah menjadi nominasi calon pendamping Jokowi pada Pilpres 2014, kemudian kunjungannya kali ini dikaitkan dengan pembahasan cawapres Jokowi untuk 2019, Samad tak menampik. "Kita berbicara ke arah sana (cawapres Jokowi), tapi belum terlalu mengerucut," ungkapnya.

Samad juga enggan kedatangannya menemui Paloh untuk meminta bantuan agar dimuluskan menjadi cawapres. "Kita bicara sharing pengetahuan, sharing sesuatu yang mungkin bisa dikerjasamakan," kata Samad.

Mantan pentolan lembaga antikorupsi itu mengaku tak punya modal untuk menjadi cawapres. Namun Samad mengklaim mempunyai gagasan besar untuk dikerjasamakan. Ia pun mengaku siap jika dipercaya masyarakat untuk menjadi pemimpin nasional.

"Walaupun mungkin pada akhirnya nanti karena saya bukan orang parpol dan saya enggak punya duit, mungkim saja terhenti di tengah jalan, tapi siapa tahu gagasan besar ini bisa ditindaklanjuti teman-teman," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Demokrat Intens Komunikasikan...
Demokrat Intens Komunikasikan Koalisi dengan Nasdem-PKS di Pilpres 2024
Pilpres 2024, Peluang...
Pilpres 2024, Peluang Koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS Terbuka Lebar
Nasdem-Demokrat-PKS...
Nasdem-Demokrat-PKS Urung Deklarasi di Hari Pahlawan, Ini Dalihnya
Menebak Parpol Pengusung...
Menebak Parpol Pengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024
Nasdem Ungkap PKS Sedang...
Nasdem Ungkap PKS Sedang Digoda Koalisi Gerindra-PKB
3 Analisa Mengapa Koalisi...
3 Analisa Mengapa Koalisi Perubahan Batal Dideklarasikan di Hari Pahlawan
Berita Terkini
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Wagub Banten Dimyati:...
Wagub Banten Dimyati: Walaupun Beda Partai, Hati Saya Tetap PPP
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved