Penunjukan Komjen Iriawan Dinilai Blunder Politik Bagi PDIP

Jum'at, 22 Juni 2018 - 07:57 WIB
Penunjukan Komjen Iriawan...
Penunjukan Komjen Iriawan Dinilai Blunder Politik Bagi PDIP
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni menganggap, penunjukan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat merupakan blunder politik bagi PDIP.

"Bisa jadi, gara-gara pengangkatan tersebut akan menjadikan cagub yang diusung PDIP akan kalah di Pilgub Jawa Barat," ujar Sya'roni saat dihubungi SINDOnews, Kamis (22/6/2018).

Menurut pria yang akrab disapa Roni ini, pengangkatan Iriawan telah meningkatkan kritik keras kepada pemerintah. Kata dia, sentimen ini telah membangkitkan semangat untuk mengalahkan cagub yang diusung oleh PDIP.

Dia melanjutkan, semenjak adanya pelantikan gaung perlawanan kian hari makin membesar. Para alumni 212 yang tadinya tidak terlalu bersemangat menyongsong Pilgub Serentak 27 Juni 2018 menjadi bergairah dengan menjadikan pengangkatan Iriawan sebagai isu perlawanan.

Gelagat "perlawanan" juga mulai terasa di Senayan. Parpol-parpol lawan politik PDIP di Pilgub Jabar mulai "menggoreng" isu ini lewat jalur hak angket. Dengan mengajukan hak angket, Roni menilai, isu tersebut tetap terjaga menjadi pemberitaan nasional sehingga dapat memantik emosi publik.

"Rakyat yang tersulut emosinya akan melakukan perlawanan. Dan perlawanan yang paling nyata adalah dengan tidak memilih cagub yang diusung oleh PDIP," katanya.

Dalam hal ini, Partai Demokrat dan Nasdem yang bukan partai oposisi di level nasional ikut bergabung mendukung hak angket tersebut. Menurut Roni, tak menutup kemungkinan keduanya juga berharap dapat menikmati keuntungan elektoral untuk Cagub yang mereka usung. Selain itu, kedua parpol tersebut tidak rela jika hanya Gerindra dan PKS saja yang mendapatkan keuntungan elektoral dari isu tersebut.

Maka itu, Roni menyarankan lebih baik PDIP meminta Presiden Jokowi atau Mendagri Tjahjo Kumolo untuk segera membatalkan pengangkatan jenderal polisi bintang tiga yang akrab disapa Iwan Bule itu. Sebab, bila tidak segera dibatalkan kemungkinan besar cagub/cawagub yang diusung oleh PDIP akan kalah di Pilkada Jawa Barat.

"Dan bila tidak dibatalkan, tampaknya ada yang menginginkan PDIP kalah di Jawa Barat. Artinya, ada yg sengaja ingin menggembosi PDIP," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
PDIP Daftarkan Serentak...
PDIP Daftarkan Serentak Seluruh Paslon Pilkada pada 4 September
Eks Wakil Ketua TPN...
Eks Wakil Ketua TPN Jadi LO PDIP untuk Pilkada Serentak Kaltim
Menjalankan Demokrasi...
Menjalankan Demokrasi di Tengah Pandemi COVID-19
PDIP Patok Target Tinggi...
PDIP Patok Target Tinggi Menangi Pilkada Serentak 2020
Menangkan Pilkada Serentak,...
Menangkan Pilkada Serentak, PDIP Terapkan Strategi Gotong Royong
Dilan-Adnan dan Rahman...
Dilan-Adnan dan Rahman Assegaf Resmi Jadi Jagoan PDI Perjuangan
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved