Cak Imin Disarankan Tetap Bersama Koalisi Jokowi

Kamis, 21 Juni 2018 - 18:22 WIB
Cak Imin Disarankan...
Cak Imin Disarankan Tetap Bersama Koalisi Jokowi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias cak Imin terlibat perseteruan dengan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy). Gara-garanya, Rommy mengaja Cak Imin untuk tetap bersama partai koalisi Jokowi.

Bahkan, menurut Cak Imin, Rommy menanyakan peluangnya maju dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019 saat halal bihalal keluarga besar Bani Hasbullah Said di Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu

"Judul berita plintiran Romi ini yang bikin malas berhubungan sama P3, dlm acara itu malah Romi bilang kalo ada peluang dengan Gatot kabar kabari ya kalo menarik! nah lho!!" tulis Cak Imin, Senin lalu.

Menanggapi cuitan itu, Rommy membenarkan bahwa dalam pertemuan itu sempat menyinggung Gatot. Gatot disinggung Rommy terkait peluang menjadi capres-nya Cak Imin. Rommy ingin Cak Imin segera memastikan sikap berkoalisi di pilpres.

Kendati demikian, dia tetap mengajak PKB agar tetap mendukung Jokowi di Pilpres mendatang. Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, sependapat dengan Rommy.

"Secara akal sehat saya sepakat dengan Bung Rommy," kata Emrus saat dihubungi wartawan, Kamis (21/6).

Menurut Emrus, lebih realistis PKB tetap di dalam pemerintahan dan kembali mendukung Jokowi. Alasannya, hampir semua hasil survei menunjukkan saat ini belum figur lain yang bisa menandingi Jokowi dan Prabowo dari sisi elektabilitas dan ketokokan sebagai capres 2019.

Jikapun PKB akan membentuk koalisi baru, Emrus menyarankan agar melakukan kalkulasi politik sematang mungkin. "Mereka harus bekerja sama dengan calon-calon yang memiliki peluang tinggi untuk menang. Sekarang ya masih Pada Jokowi dan Prabowo. Sementara paslon lain, misalnya Gatot Nurmantyo masih jauh di bawah. Selisih antara Pak Jokowi dengan Prabowo saja berbeda 20 persen," jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, Gatot juga belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan elektabilitas. "Kalau Gatot tetap dicalonkan, pasti butuh energi yang lebih banyak untuk menyatunya partai-partai pendukung, karena dia kan bukan ketua umum partai," imbuhnya.

Lebih dari itu, PKB tidak mungkin sendiri mencalonkan presiden dan wakil presiden. Paling tidak ada dua atau tiga partai sehinngga memungkinkan terpenuhi Presidential Threshold 20% kursi di parlemen atau 25% suara nasional.

"Memang sudah seharusnya partai-partai itu membuat keputusan (koalisi atau tidak) agar rakyat lebih cepat tahu, siapa paslon definitif, dan bisa mendiksuikan, mengkaji dan mengambil keuputusan paslon yang mereka akan pilih," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Konflik PKB-PBNU Meruncing,...
Konflik PKB-PBNU Meruncing, Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Bareskrim
Rekomendasi Muktamar...
Rekomendasi Muktamar VI PKB: Usul Pilpres dan Pileg Dipisah hingga Presidential Threshold Jadi 10%
Sambut Harlah PKB, Perempuan...
Sambut Harlah PKB, Perempuan Bangsa Gelar Lomba Masak dan Rias Tumpeng
Cak Imin Tegaskan PKB...
Cak Imin Tegaskan PKB Solid: Yang Mau Ganggu Sampai Sungkan
PKB Sebut 4 Faktor Peluang...
PKB Sebut 4 Faktor Peluang Kepala Daerah Maju di Pilpres
Dewan Syura PKB Jawa...
Dewan Syura PKB Jawa Barat Sepakat Pertahankan Soliditas Partai
Berita Terkini
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Tony Blair di Kertanegara Senin Malam Bahas Apa?
Pimpinan BGN Datangi...
Pimpinan BGN Datangi KPK, Nanik S Deyang: Kerja Sama
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Momen Prabowo Sambut...
Momen Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka
Bareskrim Backup Penyidikan...
Bareskrim Backup Penyidikan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Bikin Negara Rugi Rp5 Triliun
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved