Yusril Ogah Ikut Manuver Amien Rais, Ini Alasannya

Senin, 11 Juni 2018 - 14:12 WIB
Yusril Ogah Ikut Manuver...
Yusril Ogah Ikut Manuver Amien Rais, Ini Alasannya
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak ingin mengikuti manuver politik Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Maka itu, klaim Amien Rais bahwa dirinya layak menjadi calon presiden (capres) disindir Yusril Ihza Mahendra.

"Dalam pepatah Jawa, ucapan pemimpin itu adalah sabdo pandito ratu, artinya ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana-red) dan seorang ratu (raja-red)," kicau Yusril dalam akun Twitternya, @Yusrilihza_Mhd, Senin (11/6/2018). (Baca juga: Pilpres 2019, PKS Minta Amien Rais Beri Kesempatan Kaum Muda )

Karena itu, kata Yusril, ucapan pemimpin harus ucapan serius dan terpercaya. Kemudian, lanjut dia, ucapan pemimpin harus ucapan yang sudah dipikirkan dengan matang segala akibat dan implikasinya.

"Ucapan pemimpin itu akan menjadi pegangan bagi rakyat dan pendukungnya," kata pakar hukum tata negara ini.

Karena itu pula, lanjut Yusril, ucapan pemimpin harus lahir dari hati yang tulus. "Bukan kata bersayap, yang seolah diucapkan dengan kejujuran, tetapi di belakangnya mempunyai agenda pribadi yang tersembunyi," ujar mantan menteri sekretaris negara ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, ucapan pemimpin itu juga tidak boleh mencla-mencle alias tidak konsisten. "Pagi ngomong dele, sore ngomong tempe, artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten," tutur mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) ini.

Sebab, ucapan pemimpin yang tidak konsisten itu diyakininya akan membingungkan rakyat dan pendukungnya. "Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka pemimpin itu tidak boleh plintat plintut alias munafiqun, dalam makna, lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakan," ujarnya.

Yusril menuturkan, pemimpin yang ucapannya plintat-plintut itu akan kehilangan kredibilitas di mata rakyat dan pendukungnya. "Berpedoman kepada pepatah Jawa sabdo pandito ratu itu, maka sejak awal saya tidak berminat ataupun tertarik dengan inisiatif Pak Amien Rais yang melakukan lobi sana-sini,untuk untuk memilih siapa yang akan maju dalam Pilpres 2019 hadapi petahana," ungkap Yusril.

Kemudian, Yusril mengungkapkan pengalaman adalah guru paling bijak. "Tahun 1999 dalam pertemuan di rumah Fuad Bawazier, Pak Amien meyakinkan kami semua untuk mencalonkan Gus Dur. Saya dan MS Kaban menolak. Kami tidak ingin mempermainkan orang untuk suatu agenda tersembunyi," ungkap Yusril.

Oleh karena itu, lanjut Yusril, tahun 2018 ini pun dirinya tidak ingin ikut-ikutan dengan manuver Amien. "Bukan karena saya apriori, tetapi saya belajar dari pengalaman. Saya kini Ketum Partai. Saya ibarat nakhoda, yang harus membawa penumpang ke arah yang benar, dengan cara-cara yang benar pula," tuturnya.

Akhirnya, lanjut Yusril, pengalaman tetap lah menjadi guru yang bijak baginya. "Mudah-mudahan bagi orang lain juga," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved