Soal Mubalig, Fahri: Tugas Negara Fasilitasi Perbedaan Pendapat
Senin, 21 Mei 2018 - 14:07 WIB
Soal Mubalig, Fahri: Tugas Negara Fasilitasi Perbedaan Pendapat
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang merilis 200 daftar nama mubalig penceramah Islam di Indonesia sebagai tindakan konyol. Maka itu, Fahri Hamzah mengkritiknya.
"Konyol," ujar Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).
Fahri mengatakan bahwa salah satu tugas negara adalah memfasilitasi perbedaan pendapat, termasuk perbedaan pendapat di antara mubalig atau penceramah. "Biarin aja itu beda pendapat, tapi jangan kemudian pemerintah ngatur ini yang bagus, ini yang enggak bagus, ini yang boleh, ini yang enggak boleh," jelasnya.
Menurut dia, jika Kemenag hanya mengeluarkan pernyataan tidak menjadi masalah. "Tapi kan dia bikin rekomendasi, ini kan kaya dia (Kemenag) mau mengontrol imajinasi publik," kata salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dia pun menilai langkah Kemenag merilis 200 daftar nama mubalig penceramah Islam di Indonesia itu seperti cara otoriter. "Ini 20 tahun lalu boleh kaya gitu, sekarang enggak boleh lagi begitu," kata Legislator asal Nusa Tenggara Barat ini.
"Konyol," ujar Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).
Fahri mengatakan bahwa salah satu tugas negara adalah memfasilitasi perbedaan pendapat, termasuk perbedaan pendapat di antara mubalig atau penceramah. "Biarin aja itu beda pendapat, tapi jangan kemudian pemerintah ngatur ini yang bagus, ini yang enggak bagus, ini yang boleh, ini yang enggak boleh," jelasnya.
Menurut dia, jika Kemenag hanya mengeluarkan pernyataan tidak menjadi masalah. "Tapi kan dia bikin rekomendasi, ini kan kaya dia (Kemenag) mau mengontrol imajinasi publik," kata salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dia pun menilai langkah Kemenag merilis 200 daftar nama mubalig penceramah Islam di Indonesia itu seperti cara otoriter. "Ini 20 tahun lalu boleh kaya gitu, sekarang enggak boleh lagi begitu," kata Legislator asal Nusa Tenggara Barat ini.
(kri)