DPR Anggap Kasus Anomali Satelit Telkom Sudah Selesai

Kamis, 26 April 2018 - 17:26 WIB
DPR Anggap Kasus Anomali...
DPR Anggap Kasus Anomali Satelit Telkom Sudah Selesai
A A A
JAKARTA - Komisi VI DPR mengaku bingung dengan kembali menghangatnya isu satelit Telkom 1 yang mengalami anomali pada Agustus 2017.

"Nah itu (kembali dipersoalkan soal satelit Telkom 1) yang saya tidak mengerti, padahal masalah itu sekali lagi sudah selesai," ungkap Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno, Kamis (26/4/2018).

"Setahu saya saat satelit itu alami kerusakan, saat itu Telkom bergerak cepat. Mereka sanggup memenuhi target penyelesaian gangguan layanan. Bahkan, banyak pihak yang memberikan apresiasinya. Kalau penanganannya buruk pada saat itu, pasti Telkom ditinggalkan pelanggannya," imbuhnya.

Menurutnya, penanganan Satelit Telkom-1 seperti dilihat publik tahun lalu, Telkom berhasil meminalisir dampaknya terhadap layanan pelanggan.

"Para pengguna Satelit Telkom-1 pun yang umumnya dari kalangan perbankan saya amati dapat menerima dan memahami apa yang dilakukan Telkom. Jadi menurut saya persoalan Telkom-1 sudah selesai dengan baik tidak ada yang mempertanyakan lagi," tukasnya.

Sedangkan Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso meminta kepada pihak-pihak yang terus mempersoalkan keberadaan satelit telkom 1 yang alami kerusakan beberapa waktu lalu untuk tidak terlalu membesar-besarkannya.

"Masalah itu sudah selesai saya kira. Setahu saya saat alami kerusakan, saat itu juga Telkom bergerak cepat melakukan perbaikan (recovery). Dan hasilnya kan maksimal. Apalagi Telkom sudah berpengalaman mengelola satelit sejak tahun 1976. Tidak perlu lah dibesar-besarkan. Sudah selesai itu," tandas politikus partai Golkar itu.

Dikatakannya, Telkom telah melakukan langkah-langkah antisipatif dan konkret dalam bisnis satelit. "Mereka akan luncurkan satelit Telkom 4 dan setahu saya satelit itu akan secepatnya beroperasi. Kalau tidak salah bulan Agustus ini," ucapnya.

"Kalau untuk manufacturing-nya progresnya sudah 99% berdasarkan info yang saya dapat. Pabrik Space Systems Loral (SSL) bisa menyelesaikan lebih cepat dari jadwal malahan katanya," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai regulator di industri telekomunikasi menilai Telkom selalu patuh pada regulasi dalam pengelolaan satelit dan slot orbit yang diberikan pemerintah kepada operator itu.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kominfo Ismail, mengungkapkan sejauh ini sebagai regulator menilai Telkom dalam mengelola slot serta berbisnis transponder satelit sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku. Telkom bermain di bisnis satelit sejak 1976.

"Sejak pertama kali Telkom meluncurkan satelit, setahu kami Telkom selalu mematuhi regulasi yang ditetapkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka kelola dua slot orbit dan selalu melakukan perencanaan yang matang sejak pengadaan hingga dioperasionalkan" katanya.

Seperti diketahui, Telkom mulai bersiap untuk peluncuran satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih yang diperkirakan menelan investasi sebesar US$190 juta. Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India.

Satelit Telkom 4 rencananya akan diluncurkan menggunakan Roket Falcon 9 milik perusahaan antariksa SpaceX dari Amerika Serikat ke slot orbit 108 Bujur Timur. Slot ini sebelumnya ditempati satelit Telkom 1.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Semarang Menuju Pusat...
Semarang Menuju Pusat Investasi Hijau: Proyek Rp3 Triliun Walikota Agustina Kebanjiran Peminat
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Ini Respons Menteri Imipas Agus Andrianto
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved