Incar Cawapres, PPP dan PKB Berebut Simpati Jokowi

Kamis, 19 April 2018 - 15:08 WIB
Incar Cawapres, PPP...
Incar Cawapres, PPP dan PKB Berebut Simpati Jokowi
A A A
JAKARTA - Sinisme antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus berlanjut. Kedua partai bahkan saling sindir dan mengklaim paling berhak untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, sinisme antara PKB dan PPP terjadi lantaran kedua partai tengah berebut simpati Jokowi.

"Ini soal perang simpati agar dapat perhatian dari Presiden," kata Adi kepada SINDOnews, Kamis (19/4/2018).

Dalam konteks partai politik Islam, Adi menyebut PKB selalu mendapatkan karpet merah dari Jokowi. Bahkan, PKB disebut Adi seperti anak emas karena loyalitasnya cukup panjang sejak 2014.

Sebagai anak emas dan diberi karpet merah, kata Adi, PKB mulai tidak nyaman dengan manufer PPP yang juga mendapat respon positif dari Presiden.

"Beda dengan PPP yang lompat pagar, karena PPP dulu dukung Prabowo. Makanya PKB gerah melihat manufer PPP," kata Adi.

"Ada semacam matahari kembar di internal koalisi dari partai Islam. Sementara, selama ini PKB merasa paling berhak untuk dekat dengan Presiden," imbuh Adi.

Namun demikian, Adi juga mengingatkan kontribusi politik yang telah disumbangkan PPP. Di antaranya, terkait langkah Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang belakangan ini kerap menjadi tameng Presiden dala menepis isu-isu yang mengarah ke Istana.

"Romi selama ini terlihat pasang badan untuk Presiden menepis isu-isu yang menyerang. Kalau PKB, sibuk memoles Cak Imin dan bermanufer supaya dia bisa berdampingan dengan Jokowi," ucap Adi.
(pur)
Berita Terkait
Ulama PPP Jawa Barat...
Ulama PPP Jawa Barat Solid Dukung Mardiono, Targetkan Kebangkitan Partai
PPP Wacanakan Koalisi...
PPP Wacanakan Koalisi Lebaran Bahagia, Gerindra: Siapa Tahu Bisa Beneran Kejadian
Golkar Beri Sinyal Koalisi...
Golkar Beri Sinyal Koalisi dengan PKB, PPP: Itu Bagian dari Komunikasi Politik
Muswil PPP Sumut Digelar...
Muswil PPP Sumut Digelar di Balige Toba, Konsolidasi Menuju Kebangkitan Partai
Suara PPP sejak Pemilu...
Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
Cak Imin Tegaskan PKB...
Cak Imin Tegaskan PKB Solid: Yang Mau Ganggu Sampai Sungkan
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved