PDIP Bela Respons Jokowi Terkait Hashtag #2019GantiPresiden
Minggu, 08 April 2018 - 17:57 WIB
PDIP Bela Respons Jokowi Terkait Hashtag #2019GantiPresiden
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membantah bahwa pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyindir tulisan #2019GantiPresiden di kaos dan gelang, merupakan bentuk serangan balik.
Hasto menegaskan, apa yang disampaikan Jokowi bukan serangan balik. "Pak Jokowi melakukan klarifikasi bahwa menjadi pemimpin itu harus membangun optimisme," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4/2018).
Hasto menambahkan, apa yang disampaikan Jokowi justeru sebagai penyemangat bahwa membangun optimisme itu penting, terlebih kepada para pemimpin bangsa.
"Menjadi pemimpin tu harus menggelorakan harkat dan martabat bangsa untuk menyatukan semangat gotong royong bahwa seberapun berat masalahnya bisa diatasi," ungkapnya.
Sebelumnya, ramai beredar kaus #2019GantiPresiden. Kaus dengan tulisan politis ini ramai dijual daring, hingga di berbagai acara, seperti Rakernas Gerindra dan Bela Islam 64 di Gambir, Jakpus beberapa waktu lalu.
Jokowi pun dalam satu kesempatan kemudian melontarkan sentilan untuk mereka yang ramai membuat dan memakai kaus #2019GantiPresiden.
"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaos. Ganti presiden 2019. Ya kan? Pakai kaos. Masak kaos bisa ganti presiden. Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di depan Relawan GK Jokowi di Bogor, Sabtu 7 April 2018.
"Kalau rakyat itu mau berkehendak ya bisa, kalau rakyat enggak mau ya enggak bisa. Yang kedua adalah kehendak Allah SWT, masak pakai kaos itu bisa ganti presiden, enggak bisa," tambah mantan Wali kota Solo itu.
Hasto menegaskan, apa yang disampaikan Jokowi bukan serangan balik. "Pak Jokowi melakukan klarifikasi bahwa menjadi pemimpin itu harus membangun optimisme," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4/2018).
Hasto menambahkan, apa yang disampaikan Jokowi justeru sebagai penyemangat bahwa membangun optimisme itu penting, terlebih kepada para pemimpin bangsa.
"Menjadi pemimpin tu harus menggelorakan harkat dan martabat bangsa untuk menyatukan semangat gotong royong bahwa seberapun berat masalahnya bisa diatasi," ungkapnya.
Sebelumnya, ramai beredar kaus #2019GantiPresiden. Kaus dengan tulisan politis ini ramai dijual daring, hingga di berbagai acara, seperti Rakernas Gerindra dan Bela Islam 64 di Gambir, Jakpus beberapa waktu lalu.
Jokowi pun dalam satu kesempatan kemudian melontarkan sentilan untuk mereka yang ramai membuat dan memakai kaus #2019GantiPresiden.
"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaos. Ganti presiden 2019. Ya kan? Pakai kaos. Masak kaos bisa ganti presiden. Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di depan Relawan GK Jokowi di Bogor, Sabtu 7 April 2018.
"Kalau rakyat itu mau berkehendak ya bisa, kalau rakyat enggak mau ya enggak bisa. Yang kedua adalah kehendak Allah SWT, masak pakai kaos itu bisa ganti presiden, enggak bisa," tambah mantan Wali kota Solo itu.
(maf)