Menhan Imbau Prajurit Kodam Jaya Tak Berpolitik

Rabu, 04 April 2018 - 12:18 WIB
Menhan Imbau Prajurit...
Menhan Imbau Prajurit Kodam Jaya Tak Berpolitik
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan agar prajurit TNI di Kodam Jaya bersikap profesional dan menjaga netralitas menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Tunjukan kamu proporsional dan profesional, tentara yang benar, benteng Sapta Marga, itu harapan kita semua, ha rapan bangsa ini,” kata Menhan saat memberikan pembekalan kepada Komandan Satuan (Dan sat) Kodam Jaya, di Rindam Jaya, Jakarta Timur, kemarin.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan, dalam menyikapi pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu 2019, setiap prajurit TNI hendaknya selalu bersikap hati-hati, yakni harus betul-betul proporsional dan profesional dengan memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

“Semua harus menyadari, terutama tentara dan polisi. Kalau tentara dan polisi sudah ikut-ikutan berpolitik yang seharusnya tidak boleh berpolitik, itu sama saja mengajarkan rakyat tidak benar,” ucap Ryamizard.

Ryamizard menekankan agar prajurit TNI untuk terus menjaga dan memelihara ideo logi Pancasila. “Jadikan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai roh dan pedoman di dalam kehidupan keprajuritan,” ucap Menhan.

Dalam amanat UU Nomor 3/2002 tentang Pertahanan Negara dan UU TNI No 34/ 2004, TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan, yang memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan.

Secara politis menteri pertahanan sebagai pembantu Presiden dalam bidang pertahanan memiliki otoritas tertinggi dalam mendesain dan menentukan kebijakan strategi pertahanan, termasuk di dalamnya melaksanakan kontrol demokratis terhadap kekuatan militer.

“Kedudukan TNI sebagai alat atau instrumen pertahanan negara, sementara fungsi Polri sebagai instrumen keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ucapnya.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto mengatakan, sesuai amanat dalam pembukaan UUD 1945, kebijakan strategi pertahanan negara diarahkan guna mengamankan kepentingan nasional, yaitu melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia.

“Kata kunci yang diamanatkan dan perlu diwujudkan, yaitu menjaga keamanan nasional, mewujudkan kesejahteraan rakyat, serta kemajuan bangsa, dan ikut serta secara aktif mewujudkan perdamaian dunia yang abadi,” katanya. (Yan Yusuf/Ant)
(nfl)
Berita Terkait
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Brigjen TNI Totok Serahkan...
Brigjen TNI Totok Serahkan Jabatan Karo Humas Kemhan ke Kolonel Ignatius
Brigjen Fahrid Amran:...
Brigjen Fahrid Amran: Sumber Daya Alam dan Buatan Komponen Penting Pertahanan Negara
Bertemu Dubes Denmark,...
Bertemu Dubes Denmark, Prabowo Bahas Pentingnya Pertahanan Udara
Sekjen Kemhan: Konflik...
Sekjen Kemhan: Konflik Antarnegara Menyulut Tumbuhnya Kelompok Ekstrem
Akun X Kemhan Diduga...
Akun X Kemhan Diduga Unggah Tagar Prabowo-Gibran, Jadi Sorotan Netizen Karena Dinilai Tak Netral
Berita Terkini
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved