HT Ingatkan Pentingnya Sinergi untuk Perekonomian Nasional
Selasa, 27 Maret 2018 - 13:18 WIB
HT Ingatkan Pentingnya Sinergi untuk Perekonomian Nasional
A
A
A
JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo membuka acara The Power Collaboration yang mengusung sinergi dan kolaborasi pemerintah, swasta dan BUMN yang digelar KORAN SINDO dan SINDOnews.
Dalam sambutannya, pria yang biasa disapa HT ini menegaskan kegiatan tersebut penting untuk menyikapi kondisi dan perkembangan ekonomi saat ini yang direspons secara positif oleh KORAN SINDO dan SINDOnews sebagai bagian dari MNC Group.
"Kritik itu baik asal konstruktif. Saya rasa kita sepakat dengan itu semua," kata HT dalam sambutannya di Hotel The Westin, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
HT menilai, kondisi ekonomi Indonesia secara makro mengalami pertumbuhan di atas 5%. Pada tahun sebelumnya mencapai 5,2%. Namun jika di lihat di lapangan, kata dia, masih banyak yang belum maksimal, khususnya di daerah-daerah.
HT mengungkapkan MNC yang bergerak di bidang usaha merasakan adanya pelambatan iklan. Pelambatan itu biasanya indikasi yang mendahului kondisi ekonomi ke depan.
"Karena kalau iklan mengalami perlambatan artinya perusahaan-perusahaan yang terkait dengan konsumen yang bersinggungan dgn masyarakat luas itu produksinya sudah mulai turun, karena permintaannya juga tentunya turun. Jadi kalau kita lihat daya beli masyarakat itu menurun," ujar HT.
Maka itu, sinergi antara pemerintah, swasta dan BUMN dalam mengembangkan perkonomian nasional perlu dilakukan.
Menurut dia, penopang pertumbuhan ekonomi dari usaha produktif kurang maksimal sehingga usaha tersebut tak memberikan kontribusi yang positif.
"Artinya kelompok menengah ke atas itu secara absolut jumlah orangnya itu relatif tidak banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk yang sekian besar 260 juta jiwa," tuturnya.
Dalam sambutannya, pria yang biasa disapa HT ini menegaskan kegiatan tersebut penting untuk menyikapi kondisi dan perkembangan ekonomi saat ini yang direspons secara positif oleh KORAN SINDO dan SINDOnews sebagai bagian dari MNC Group.
"Kritik itu baik asal konstruktif. Saya rasa kita sepakat dengan itu semua," kata HT dalam sambutannya di Hotel The Westin, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
HT menilai, kondisi ekonomi Indonesia secara makro mengalami pertumbuhan di atas 5%. Pada tahun sebelumnya mencapai 5,2%. Namun jika di lihat di lapangan, kata dia, masih banyak yang belum maksimal, khususnya di daerah-daerah.
HT mengungkapkan MNC yang bergerak di bidang usaha merasakan adanya pelambatan iklan. Pelambatan itu biasanya indikasi yang mendahului kondisi ekonomi ke depan.
"Karena kalau iklan mengalami perlambatan artinya perusahaan-perusahaan yang terkait dengan konsumen yang bersinggungan dgn masyarakat luas itu produksinya sudah mulai turun, karena permintaannya juga tentunya turun. Jadi kalau kita lihat daya beli masyarakat itu menurun," ujar HT.
Maka itu, sinergi antara pemerintah, swasta dan BUMN dalam mengembangkan perkonomian nasional perlu dilakukan.
Menurut dia, penopang pertumbuhan ekonomi dari usaha produktif kurang maksimal sehingga usaha tersebut tak memberikan kontribusi yang positif.
"Artinya kelompok menengah ke atas itu secara absolut jumlah orangnya itu relatif tidak banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk yang sekian besar 260 juta jiwa," tuturnya.
(dam)