ASEAN+3 Harus Kompak Atasi Krisis Kemanusiaan Rohingya

Minggu, 25 Maret 2018 - 12:53 WIB
ASEAN+3 Harus Kompak...
ASEAN+3 Harus Kompak Atasi Krisis Kemanusiaan Rohingya
A A A
JENEWA - Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap Association of Southeast Asian Nations Plus Three ( ASEAN+3) dapat bertindak tegas untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang belum lama ini menimpa etnis Rohingya.

Hal itu dikemukakan Bambang Soesatyo dalam pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Vietnam, Turki, Argentina, Sudan dan Delegasi Asean+3 di sela-sela acara Inter Parliement Union (IPU) ke-138 yang berlangsung 24-26 Maret di Jenewa, Swiss, Sabtu (24/3).

Dia menekankan, anggota Asean+3 yang juga anggota IPU harus selalu kompak dan bersikap kritis terhadap apa yang telah terjadi di kawasan Asean. Karenanya, Bamsoet panggilan akrab politisi Golkar ini mengingatkan segala persoalan yang terjadi apalagi menyangkut masalah kemanusiaan harus cepat ditanggapi bersama.

"Apabila konflik di Rakhine terus terjadi, dan tidak ada penyelesaian konkret bagi etnis Rohingya, masa depan Asean sebagai kawasan ekonomi yang stabil, damai dan terbuka tentu saja akan terancam," kata Bamsoet melalui pesan elektronik, Minggu (25/3/2018).

Selain mendorong kekompakan menyelesaikan persoalan kemanusuaan, mantan Ketua Komisi III ini juga menyampaikan permintaan dukungan kepada anggota IPU untuk mendorong pemerintahnya mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

Persiapan dan kampanye Indonesia menuju pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan diterangkan Bamsoet sudah dilaksanakan sejak 2015.

"Dengan menjadi anggota tidak tetap, kami berharap Indonesia dapat lebih berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan damai. Termasuk di Asean," ucap Bamsoet yang menilai hubungan Indonesia dengan Negara-negara anggota IPU relatif stabil dan terus berkembang.

Bamsoet berharap Indonesia mampu mengembangkan berbagai kerjasama internasional, termasuk dengan negara tergabung dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan dan Turki). Dia memandang forum konsultasi middle powers yang dibentuk pada 2013 ini semakin baik dan saling memperkuat.

Saat ini Indonesia menjadi ketua MIKTA setelah terpilih pada pertemuan tingkat Menteri 13 Desember 2017 di Istambul, Turki.
(pur)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved