Soal Desakan Mundur, Ketua MK: Saya Tak Mau Buat Gaduh
Selasa, 13 Maret 2018 - 16:01 WIB
Soal Desakan Mundur, Ketua MK: Saya Tak Mau Buat Gaduh
A
A
A
JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat enggan memberikan pendapat terkait adanya desakan sejumlah kelompok masyarakat yang mengingikannya mundur dari jabatannya.
Arief didesak mundur karena telah melakukan pelanggaran kode etik terkait jabatannya. (Baca juga: Langgar Kode Etik, Ketua MK Dijatuhi Sanksi Teguran Lisan )
Arief menegaskan tidak ingin membuat gaduh suasana dengan mengomentari desakan mundur tersebut. "Saya enggak mau gaduh," kata Arief di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Arief mengatakan, dalam waktu dekat lembaga yang ia pimpin akan menangani sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada).
Arief menilai komentarnya terkait desakan mundur tersebut bisa membuat gaduh.
Oleh karena itu, Arief memilih untuk tidak memberikan tanggapan.
Daripada membuat gaduh, Arief memilih menyerahkan penyelesaian dugaan pelanggaran etik tersebut kepada Dewan Etik MK.
"Nanti kalau saya komentar, gaduh, enggak elok. Indonesia kalau selalu suudzon (prasangka), gaduh, enggak bisa maju. Mari kita melangkah ke depan," kata Arief.
Arief didesak mundur karena telah melakukan pelanggaran kode etik terkait jabatannya. (Baca juga: Langgar Kode Etik, Ketua MK Dijatuhi Sanksi Teguran Lisan )
Arief menegaskan tidak ingin membuat gaduh suasana dengan mengomentari desakan mundur tersebut. "Saya enggak mau gaduh," kata Arief di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Arief mengatakan, dalam waktu dekat lembaga yang ia pimpin akan menangani sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada).
Arief menilai komentarnya terkait desakan mundur tersebut bisa membuat gaduh.
Oleh karena itu, Arief memilih untuk tidak memberikan tanggapan.
Daripada membuat gaduh, Arief memilih menyerahkan penyelesaian dugaan pelanggaran etik tersebut kepada Dewan Etik MK.
"Nanti kalau saya komentar, gaduh, enggak elok. Indonesia kalau selalu suudzon (prasangka), gaduh, enggak bisa maju. Mari kita melangkah ke depan," kata Arief.
(dam)