JK: Indonesia Tetap Berkomitmen untuk Perdamaian di Afghanistan

Rabu, 28 Februari 2018 - 10:50 WIB
JK: Indonesia Tetap...
JK: Indonesia Tetap Berkomitmen untuk Perdamaian di Afghanistan
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menghadiri Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan. Dalam kesempatan itu, JK menegaskan tentang peran Indonesia terkait perdamaian di Afghanistan.

"Saya hadir di sini dalam konferensi ini dan menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam proses perdamaian dan Perdamaian di Afghanistan," kata JK di hadapan sejumlah pimpinan Afghanistan di Kabul, Senin 26 Februari 2018 waktu setempat.

Bagi Indonesia kata JK, pertemuan ini sangat penting dalam proses perdamaian di Afghanistan, Karena konflik berkepanjangan selama 40 sangat membuat siapapun menderita.

"Merobek persatuan masyarakat dan menghambat menghambat pembangunan sosial dan ekonomi. Karena konflik tidak pernah menguntungkan siapapun," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wapres menceritakan tentang persatuan di Indonesia dihadapan para pejabat Afghanistan.

"Sebagai negara dengan lebih dari 700 kelompok etnis dan 340 bahasa daerah, Indonesia telah mengalami banyak tantangan dan konflik sebagai bangsa yang pluralistik. Alhamdulillah,kami mampu mengatasi tantangan dan konflik dan kami merasa terhormat untuk berbagi pengalaman ini," paparnya.

Wapres menambahkan bahwa perdamaian harus dipupuk termasuk menempa ikatan kepercayaan antara orang-orang di semua tingkat dan membangun komitmen yang kuat dan solid dari semua elemen masyarakat, untuk menegakkan prinsip saling menghormati dan pengertian dan membangun dialog.

"Inklusivitas dalam membangun perdamaian sangat penting. Setiap orang Afghanistan adalah elemen kunci dan harus menjadi bagian dari solusi. Suara setiap orang Afghanistan harus didengar," ucapnya.

"Tidak ada yang harus ditinggalkan, semua suara terdengar. Karena Inklusivitas menyuntikkan rasa memiliki dan berbagi tanggung jawab terhadap perdamaian dan pembangunan perdamaian," tambah JK.

Lebih lanjut dikatakan Wapres, bahwa hal yang juga penting dalam membangun perdamaian adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat dan, meningkatkan kredibilitas proses itu sendiri. "Ini adalah bahan penting untuk perdamaian yang tahan lama," ujarnya.

Menjadi penduduk muslim terbesar di dunia, sambung Wapres, Indonesia sangat memahami peran penting dari para ulama dalam memelihara perdamaian dan rekonsiliasi terutama melalui promosi nilai dan prinsip toleransi dan Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin, atau Islam sebagai berkah bagi alam semesta.

Untuk itu, kata Wapres, Indonesia, tanpa ragu-ragu menyambut dan menerima permintaan Afghanistan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Ulama Internasional.

"Indonesia percaya bahwa Konferensi Ulama ini akan berkontribusi untuk mengakhiri konflik yang menghancurkan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved