Penelitian: Mayoritas Kaum Muda Muslim Masih Moderat

Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:30 WIB
Penelitian: Mayoritas...
Penelitian: Mayoritas Kaum Muda Muslim Masih Moderat
A A A
JAKARTA - Kaum muda muslim Indonesia dinilai masih moderat. Namun, mereka perlu dikenalkan pelajaran keragaman dengan cara persuasif dan populer. Koordinator Peneliti Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Chaider S Bamualim mengatakan, CSRC melakukan penelitian tentang sikap dan perilaku kaum muslim generasi milenial tentang kekerasan dan ekstremisme. Penelitian ini melibatkan 935 aktivis muda muslim.

"Penelitian ini menemukan bahwa secara umum sikap dan perilaku kaum muda muslim bisa dikategorikan moderat. Namun pada saat yang sama, tren konservatisme dengan ciri scriptural plus komunal juga menguat," kata Chaider pada Diskusi Arah dan Corak Keberagaman Kaum Muda Muslim: Konservatisme, Hibridasi Identitas dan Tantangan Radikalisme, di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Chaider menjelaskan, kecenderungan terakhir ini melahirkan tantangan tersendiri bagi munculnya sikap dan perilaku intoleran, sekaligus menguatnya dukungan terhadap radikalisme dan ekstremisme di kalangan muda muslim "jaman now". Namun, penelitian juga menyebutkan bahwa kaum muda muslim pada dasarnya terbuka terhadap nilai dan prinsip moderatisme dan nir kekerasan, dengan penghargaan yang cukup baik kepada kebebasan individu dan HAM, meski dibatasi norma agama dan budaya.

Dia menambahkan, fenomena Hibridasi Identitas yang relatif dominan terjadi pada kaum muda muslim "jaman now". Hibridasi identitas ini ditandai adanya proses persilangan afiliasi dan orientasi keagamaan berdasarkan dinamika dan interaksi sosial politik keagamaan yang dialami di lingkungan sosialnya. "Hibridasi identitas kaum muda muslim disebabkan pengalaman yang didapatkan sejak usia anak-anak, remaja, dan atau sampai masa studi di kampus," katanya.

Chaider menjelaskan, penelitian ini menunjukkan bahwa para aktivis muda muslim cenderung menolak radikalisme dan ekstremisme yang mencoba melakukan perubahan sosial politik secara revolusioner dan menyeluruh. Selain itu, ide menggantikan Pancasila dengan kekhilafahan yang resonansinya sangat kuat di organisasi Islam tidak terlalu mereka hiraukan.

Guru Besar UIN Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan, demokrasi liberal saat ini telah menyeret agama masuk ke dalam pusaran politik. Umat Islam itu langsung masuk pusaran politik karena massa itu menjadi saham. "Jadi, siapa yang punya suara banyak, maka mereka akan punya saham dan bisa ditukar dengan jabatan atau uang," katanya.

Dia menyampaikan saat ini banyak tokoh intelektual muslim yang masuk politik, sehingga banyak mubalig baru yang mengisi ceramah-ceramah di masjid. Para mubalig baru ini karena adanya kebebasan berekspresi menyampaikan aspirasinya tanpa terpantau. Komaruddin mengatakan, sentimen etnis sekarang semakin kendur. Dari situasi ini, semestinya yang menguat adalah citizenship. Namun, kewarganegaraan ini malah terinterupsi oleh semangat keagamaan.
(amm)
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Pemerintah Perlu Benahi...
Pemerintah Perlu Benahi Ekosistem PeĀ­neĀ­litian di Dalam Negeri
Wakil Kepala BRIN Amarulla...
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian Kukuhkan 4 Profesor Riset
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Didukung Dana Rp3 triliun,...
Didukung Dana Rp3 triliun, Program Riset Prioritas 2026 Diluncurkan
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved