PDIP Kembali Usung Jokowi, Nasdem Anggap Wajar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 13:08 WIB
PDIP Kembali Usung Jokowi, Nasdem Anggap Wajar
A
A
A
JAKARTA - Partai Nasdem menilai keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kembali mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang adalah hal wajar. Namun, kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago, seharusnya sudah sejak awal PDIP menyatakan demikian.
"Saya kira wajar dan seharusnya sudah sejak awal PDIP mendukung kembali Jokowi, karena beliau (Jokowi, red) kan kader PDIP," ujar Irma Suryani Chaniago kepada SINDOnews, Sabtu (24/2/2018).
Mengenai sosok yang layak menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang, Partai Nasdem enggan mendikte. "Kalau Nasdem tergantung Pak Jokowi nya mau didampingi siapa," ujar anggota Komisi IX DPR ini.
Menurut dia, Cawapres itu bukan hanya sosok yang memiliki chemistry atau yang nyambung dengan Presiden Jokowi. "Selain harus ada chemistry juga harus yang mampu menambah tingkat elektabilitas Pak Jokowi, bukan yang malah menurunkan, apa lagi membebani beliau (Jokowi, red)," pungkasnya.
Diketahui, jauh sebelum PDIP, sejumlah partai politik pendukung pemerintah sudah menyatakan untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.
Partai politik dimaksud adalah Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Beberapa diantara Parpol itu pun sudah mewacanakan Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi.
Internal Partai Golkar sudah mendorong Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto menjadi Cawapres pendamping Jokowi. Partai Hanura mendorong Pendirinya, Wiranto menjadi pendamping Jokowi.
Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menggembar-gemborkan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres. Lalu, Ketua Umum PPP Mochammad Romahurmuziy (Romi) pun diwacanakan menjadi Cawapres pendamping Jokowi.
"Saya kira wajar dan seharusnya sudah sejak awal PDIP mendukung kembali Jokowi, karena beliau (Jokowi, red) kan kader PDIP," ujar Irma Suryani Chaniago kepada SINDOnews, Sabtu (24/2/2018).
Mengenai sosok yang layak menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang, Partai Nasdem enggan mendikte. "Kalau Nasdem tergantung Pak Jokowi nya mau didampingi siapa," ujar anggota Komisi IX DPR ini.
Menurut dia, Cawapres itu bukan hanya sosok yang memiliki chemistry atau yang nyambung dengan Presiden Jokowi. "Selain harus ada chemistry juga harus yang mampu menambah tingkat elektabilitas Pak Jokowi, bukan yang malah menurunkan, apa lagi membebani beliau (Jokowi, red)," pungkasnya.
Diketahui, jauh sebelum PDIP, sejumlah partai politik pendukung pemerintah sudah menyatakan untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.
Partai politik dimaksud adalah Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Beberapa diantara Parpol itu pun sudah mewacanakan Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi.
Internal Partai Golkar sudah mendorong Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto menjadi Cawapres pendamping Jokowi. Partai Hanura mendorong Pendirinya, Wiranto menjadi pendamping Jokowi.
Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menggembar-gemborkan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres. Lalu, Ketua Umum PPP Mochammad Romahurmuziy (Romi) pun diwacanakan menjadi Cawapres pendamping Jokowi.
(ysw)