BIN Tegaskan Kekerasan di Sejumlah Daerah Tak Saling Terkait

Kamis, 15 Februari 2018 - 16:50 WIB
BIN Tegaskan Kekerasan...
BIN Tegaskan Kekerasan di Sejumlah Daerah Tak Saling Terkait
A A A
JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan kasus kekerasan terhadap umat beragama di beberapa daerah di Indonesia tidak saling terkait.

BIN menduga ada pihak tertentu yang sengaja memutarbalikkan fakta dengan cara menyebarkan berita kekerasan tersebut menjadi hoax.

"Satu kasus dengan yang lainnya tidak ada keterkaitan. Tetapi memang ada pihak-pihak yang memelintir ini, dugaannya ingin membuat keresahan, dipolitisir, sehingga melemparkan berita-berita menjadi berita hoax. Termasuk isu lama kan juga dimunculkan lagi, termasuk isu PKI," ujar Kepala BIN Budi Gunawan seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis, (15/2/2018).

Dia menjelaskan kronologi beberapa kasus kekerasan yang terjadi di Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Barat.

"Contoh di Jatim, dia (pelaku) kan mau berobat karena memang sudah pernah berobat di situ. Karena ustaz yang mengobati itu tidak ada dari pagi sampai sore, ya namanya orang ada kekurangan, sehingga stres lalu mengamuk, pecah kaca," tutur Budi.

Seperti diketahui, di Tuban, Jawa Timur, M Zaenudin memecahkan kaca Masjid Baitur Rohim karena terlalu lama menunggu kiai yang dipercaya dapat menyembuhkan dirinya. Sementara di Bogor, kasus kekerasan memiliki motif berbeda dengan kasus di Jawa Timur.

"Di Bogor lain lagi, itu memang si penganiaya kan orang gila murni. Ada juga di Bogor kasus yang direkayasa, diganti pakai seragam salah satu ormas kemudian divideokan oleh satu kelompok dan diviralkan, ini beda-beda kasusnya," tuturnya.

Sementara kasus kekerasan di Gereja Katolik St Lidwina Sleman, Yogyakarta, menurut Budi, pelaku kekerasan yang diidentifikasi bernama Suliyono telah dipantau Densus 88 Antiteror Polri sebelumnya.

"Khusus di Yogya itu sudah kita prediksi, pelaku jadi pantauan kami di Densus. Dia adalah salah satu dari beberapa orang yang gagal ke Suriah, jadi dia sudah ter-brainwash untuk melakukan itu," tutur mantan Wakapolri ini.

Maraknya berita yang tersebar di media sosial mengenai kasus kekerasan terhadap umat beragama, BIN mengimbau masyarakat tetap berpikir jernih dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Masyarakat harus peka terhadap itu. Jangan sampai kita terjebak dalam permainan ini. Kepada masyarakat, jangan mudah terpancing," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Deputi Intelijen Pengamanan...
Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur di BIN Memang Sangat Dibutuhkan
BIN Gelar Vaksinasi...
BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk Pelajar dan Masyarakat Umum di Gowa
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BIN Curiga Ada Misi Lain di Balik Penguntitan Habib Rizieq
Berita Terkini
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved