Komnas HAM Endus Gejala Merebaknya Ujaran Kebencian di Pilkada

Senin, 12 Februari 2018 - 15:13 WIB
Komnas HAM Endus Gejala...
Komnas HAM Endus Gejala Merebaknya Ujaran Kebencian di Pilkada
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Pemantauan Pilkada Komnas HAM, Khairiansyah menilai, dalam kontestasi politik Indonesia saat ini ada gejala merebaknya penebaran kebencian atau hate speech yang berujung pada tindakan diskriminatif. Menurutnya, potensi ini juga berpeluang terjadi di Pilkada Serentak 2018 ini.

Khairiansyah mengatakan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis memandatkan Komnas HAM untuk mengawasi gejala terjadinya tindakan diskriminatif. Menurutnya, dalam kontestasi politik yang sehat, hate speech tidak akan membiak, namun pengalaman pilkada sebelumnya tindakan tersebut menjadi salah satu metode berkampanye, terutama di dunia maya atau media sosial.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar menebar kebencian, melainkan untuk mendominasi ruang kesadaran publik dengan satu identitas tunggal tertentu dengan meminggirkan identitas lainnya dalam rangka meraih pemilih," ujar Khairiasnyah saat jumpa pers di Bakoel Coffe Cikini, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Sementara itu, Koordinator Subkom Penegakan HAM Komnas HAM, Amiruddin menilai mencuatnya gejala oligarki dalam proses pencalonan pilkada juga perlu mendapat perhatian publik. Menurutnya, dugaan oligarki politik tercium dari munculnya gejala 'sewa partai/sewa perahu' yang bernilai puluhan miliar.

Menurut dia, praktik oligarki bisa menciderai hak pilih warga negara, di sisi lain bisa juga menyajikan calon-calon kepala daerah yang berkompeten dalam menjalankan pemerintahan. Dia menilai, kondisi tersebut akan menciptakan kondisi negatif bagi pemajuan, perlindungan, penegakan dan pemenuhan HAM setelah pilkada selesai.

"Selain itu juga berdampak pada politik balas budi dalam kebijakan yang tidak berpihak pada pihak tertentu sehingga berpotensi terjadinya pelanggaran HAM di kemudian hari," tambah Amiruddin di tempat yang sama.
(kri)
Berita Terkait
Pilkada Serentak Berpotensi...
Pilkada Serentak Berpotensi Jadi Kluster Baru Penyebaran Covid-19
Pengamat Politik Nilai...
Pengamat Politik Nilai Ujaran Kebencian Tak Efektif di Pilgub Sumbar
Pilkada 2020, MPR Ingatkan...
Pilkada 2020, MPR Ingatkan Jangan Sebarkan Kebencian dan Pecah Belah
Theo-Zadrak Ajak Warga...
Theo-Zadrak Ajak Warga Cegah Penyebaran COVID-19 Lewat Baliho
Polemik Pilkada Serentak,...
Polemik Pilkada Serentak, Penggiat Pemilu Sarankan Ditunda Tahun Depan
Pandangan Pusako terkait...
Pandangan Pusako terkait Polemik Syarat Masa Jabatan Cakada
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved