Sikapi 'Kartu Kuning' untuk Jokowi, Politikus PDIP Ingat Pesan Mega

Sabtu, 03 Februari 2018 - 13:42 WIB
Sikapi Kartu Kuning untuk Jokowi, Politikus PDIP Ingat Pesan Mega
Sikapi 'Kartu Kuning' untuk Jokowi, Politikus PDIP Ingat Pesan Mega
A A A
JAKARTA - Istilah kartu kuning untuk Jokowi ramai di media sosial. Istilah itu muncul setelah aksi Muhammad Zaadit Taqwa yang mengacungkan buku berwarna kuning di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kampus Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Jumat 2 Februari 2018.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI itu mengakui aksinya sebagai simbol untuk memperingatkan Jokowi atas berbagai persoalan yang terjadi. (Baca juga: Beri Kartu Kuning ke Jokowi, Ketua BEM UI: Ini Momentum )

Alhasil aksi Zaadit pun menjadi pembicaraan masyarakat, termasuk para netizen di media sosial Twitter, salah satunya politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva K Sundari.

Eva mengaku teringat dengan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Aku ingat Bu Mega marah ngancam anggota FPDIP: awas, tidak boleh ada interupsi saat pidato presiden (SBY) di acara MPR. Tidak boleh pula ada spanduk. Hormati tata krama, Pak SBY juga presidenmu. #KartuKuningJokowi," tulis Eva melalui akun @evndari, Sabtu (3/2/2018).

Pascaaksi Zaadit, banyak netizen yang memosting gambar kartu kuning diikuti dengan menuliskan #KartuKuningJokowi.

Salah seorang netizen menganggap aksi Zaadit sebagai kritik, bukan untuk menjatuhkan pemerintah. "Kritikan bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk peringatan untuk tetap menyelesaikan tanggung jawab. #KartuKuningJokowi," tulis pemilik akun @afifabdulloh.

(dam)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1527 seconds (11.210#12.26)