PSI Apresiasi KPU Tetap Lanjutkan Verfikasi Faktual Parpol Lama

Jum'at, 19 Januari 2018 - 14:05 WIB
PSI Apresiasi KPU Tetap...
PSI Apresiasi KPU Tetap Lanjutkan Verfikasi Faktual Parpol Lama
A A A
JAKARTA - DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melanjutkan verifikasi faktual terhadap semua partai politik (parpol).

Menurut Sekjen PSI Raja Juli Antoni, keputusan itu diambil di tengah kendala yang dihadapi KPU seperti masalah waktu, anggaran dan ketersediaan sumber daya manusia. Belum lagi ditambah dengan adanya kesepakatan pemerintah dan DPR yang menghapus ketentuan verifikasi faktual meski akhirnya dibatalkan atau ditolak.

Dia menilai, langkah KPU selaras dengan amar putusan Mahkamah Kontitusi (MK). "Keputusan yang tepat. Dengan demikian Pemilu 2019 akan legitimate. Konstitusional. Tidak ada yang akan menggugat. KPU juga memperlihatkan independensinya sebagai institusi yang netral dan imparsial dari tekan politik Senayan," ujar Antoni dalam siaran persnya, Jumat (19/1/2018).

Selain itu, KPU juga dianggapnya telah menegakkan rasa keadilan bagi partai-partai baru terutama PSI dan Perindo yang sudah susah payah mengikuti proses verifikasi faktual.

"KPU membawa keadilan. Tentu KPU tidak bisa memberikan rasa keadilan 100% kepada kami. Terutama karena batas waktu yang sangat mepet, keterbatasan dana dan lain sebagainya. Tapi kami ikhlas. Dapat memahaminya," tuturnya.

Terakhir, kata Antoni, ada pelajaran yang bisa dipetik dari proses ini yakni proses legislasi yang dianggapnya buruk sekali. Ia berharap melalui pemilu dengan proses yang jujur dan adil ini akan banyak negarawan di DPR yang membuat undang-undang tidak sekadar mengakomodir kepentingan jangka pendek, namun memikirkan kerangka konstitusi yang memperkuat demokrasi di Indonesia.

"Konsistensi menjadi penting. Jangan ingin mempersulit orang lain, tapi giliran menimpa dirinya sendiri terus 'ngeles' dengan berbagai macam jurus. Ini mestinya kejadian terakhir yang memberi pelajaran kepada anggota DPR dan parpol kita," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Analis Sosial Politik...
Analis Sosial Politik Lihat Lonjakan Suara PSI Sangat Tidak Lazim
Lembaga Survei dan KPU...
Lembaga Survei dan KPU Wajib Diaudit jika PSI Lolos ke Senayan
KPU: 31 Partai Politik...
KPU: 31 Partai Politik Miliki Akses Sipol
KPU: 28 Partai Politik...
KPU: 28 Partai Politik Sudah Miliki Akses Sipol
KPU Buka Pendaftaran...
KPU Buka Pendaftaran Partai Politik Peserta Pemilu 2024 Selama 135 Hari
Suara PSI Melonjak,...
Suara PSI Melonjak, Pengamat Politik: Kalau Tidak Kita Kritisi, Bukan Mustahil Suaranya Bisa Mencapai 4%
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Sangkal Tudingan Zelensky,...
Sangkal Tudingan Zelensky, Rusia: China tetap Seimbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved