Suara PSI Melonjak, Pengamat Politik: Kalau Tidak Kita Kritisi, Bukan Mustahil Suaranya Bisa Mencapai 4%
Minggu, 03 Maret 2024 - 16:05 WIB
loading...
Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti mengaku heran dengan suara PSI yang terus merangkak naik hanya dalam waktu tiga hari. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai perlu dikritisi dan dikawal bersama. Pasalnya, dikhawatirkan lonjakan suara partai pimpinan Kaesang Pangarep tersebut akan beririsan dengan penyelundupan hukum.
Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti mengaku heran dengan suara PSI yang terus merangkak naik hanya dalam waktu tiga hari, sejak Kamis, 29 Februari hingga Sabtu, 2 Maret 2024, jumlah suara PSI terus melejit. Berdasarkan hasil real count KPU, suara PSI bertambah dari 2.171.907 atau 2,86% pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB menjadi 2.402.268 atau 3,13% pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB.
“Ini kalau tidak kita kritisi dan kawal bersama, bukan mustahil suara PSI pada 20 Maret 2024 sudah mencapai 4% atau lebih. Harus ditilik bagaimana suara itu masuk melalui C1 Plano, kalau PSI berhasil masuk Senayan, maka bukan mustahil Kaesang maju sebagai kepala daerah,” ujar Ikrar saat dihubungi, Minggu (3/3/2024).
Baca juga: Suara PSI Melonjak, Romy PPP: Apakah Ini Operasi Sayang Anak Lagi?
Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti mengaku heran dengan suara PSI yang terus merangkak naik hanya dalam waktu tiga hari, sejak Kamis, 29 Februari hingga Sabtu, 2 Maret 2024, jumlah suara PSI terus melejit. Berdasarkan hasil real count KPU, suara PSI bertambah dari 2.171.907 atau 2,86% pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB menjadi 2.402.268 atau 3,13% pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB.
“Ini kalau tidak kita kritisi dan kawal bersama, bukan mustahil suara PSI pada 20 Maret 2024 sudah mencapai 4% atau lebih. Harus ditilik bagaimana suara itu masuk melalui C1 Plano, kalau PSI berhasil masuk Senayan, maka bukan mustahil Kaesang maju sebagai kepala daerah,” ujar Ikrar saat dihubungi, Minggu (3/3/2024).
Baca juga: Suara PSI Melonjak, Romy PPP: Apakah Ini Operasi Sayang Anak Lagi?
Lihat Juga :