Idrus Marham Anak Daerah yang Kini Jadi Menteri Sosial

Rabu, 17 Januari 2018 - 09:48 WIB
Idrus Marham Anak Daerah...
Idrus Marham Anak Daerah yang Kini Jadi Menteri Sosial
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Golkar Idrus Marham, telah resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, menjadi Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah telah mengajukan pengunduran diri karena dirinya maju sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Timur (Jatim) dalam Pilkada 2018.

Dari berbagai data yang dihimpun SINDOnews, Rabu (17/1/2018), Idrus merupakan anak daerah kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel), 1962. Dia politikus yang dulunya berasal dari akademisi.

Pendidikan Idrus dimulai dari SD hingga SMA di daerah asalnya Sulsel, salah satunya adalah PGAN Pare-Pare. Pada masa inilah Idrus mulai mengenal organisasi. Aktifitas organisasinya dimulai dengan bergabung di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sejak ia duduk di bangku SMP.

Idrus muda banyak aktif dan terlibat pada organisasi kepemudaan dan keagamaan seperti Karang Taruna dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Setelah SMA pada tahun 1979, dia melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Fakultas Syari'ah IAIN Alaudin Makassar. Tahun 1983 Idrus melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang. Sementara pendidikan S3 diselesaikannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dia meraih gelar doktor ilmu politik dengan predikat cumlaude setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul "Demokrasi Setengah Hati: Studi Kasus Elite Politik di DPR RI 1999-2004" melalui ujian terbuka.

Masuknya Idrus dalam dunia politik dimulai ketika dia terpilih sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada pemilu 1997.

Melalui partai Golkar dia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk tiga periode berturut-turut yaitu 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014 untuk daerah pemilihan III Sulawesi Selatan.

Salah satu peran Idrus yang menonjol sebagai anggota DPR adalah ketika dia menjadi ketua Panitia Khusus Hak Angket Bank Century. Kemudian pria dengan kaca mata ini mengundurkan diri sebagai anggota DPR periode 2009-2014 pada 8 Juni 2011 dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar.
(maf)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved