Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar

Sabtu, 30 Desember 2017 - 14:05 WIB
Tahun Wajah Baru Pemimpin...
Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar
A A A
JAKARTA - Beberapa hari lagi tahun 2017 akan berakhir. Sejumlah peristiwa politik telah mewarnai tahun ketiga Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ini.

Isu politik di Tanah Air diwarnai dengan pergantian kepemimpinan di daerah, kebijakan baru pemerintah, dan pergantian pejabat publik.

Berikut lima peristiwa politik sepanjang tahun 2017 yang menyita perhatian publik:

1. Pilkada Serentak dan Pergantian Gubernur DKI

Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar

Sebanyak 101 daerah telah menggelar Pilkada serentak 2017. Pilkada digelar di tujuh provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten.

Pelaksanaan pilkada serentak berjalan relatif lancar. Dari jumlah tersebut, Mahkamah Konstitusi (MK) menerima 49 gugatan sengketa pilkada.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta paling menyedot perhatian luas secara nasional. Diikuti tiga pasangan calon, Pilgub DKI Jakarta akhirnya berlangsung dua putaran.

Pada putaran kedua, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang dengan meraih 57,96% suara mengalahkan pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (42,04%).

Anies-Sandi resmi menduduki kursi kepemimpinan Jakarta setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Senin 16 Oktober 2017.

2. Polemik Pembubaran Ormas
Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar

Isu pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) sempat meramaikan situasi nasional.

Isu tersebut muncul seiring rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

Melalui perppu itu, pemerintah pun membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Aksi protes pun bermunculan. Bahkan sejumlah pihak menggugat perppu tersebut MK.

Setelah melalui proses voting, akhirnya perppu ormas disahkan oleh DPR. Adapun partai yang menolak Perppu Ormas adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam putusannya, MK akhirnya menolak gugatan para pihak karena Perppu Ormas telah disahkan menjadi UU oleh DPR

3. Kasus E-KTP dan Lengsernya Setnov dari DPR

Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar

Kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang membelit Setya Novanto berdampak terhadap posisinya sebagai Ketua DPR.

Setnov resmi ditahan KPK pada 19 November 2017 setelah sempat dibantarkan di RSCM karena sakit akibat kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut praktis membuat Setnov tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR.

Setnov pun menyatakan mundur dan menyurati pimpinan DPR. Dalam suratnya Setnov menghendaki Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya. Namun keinginan tersebut belum dapat direspons DPR.

Hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR menyatakan belum dapat melantik Aziz dan menyerahkannya hal itu kepada Partai Golkar.

4. Pergantian Panglima TNI
Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar

Pergantian pucuk pimpinan TNI resmi dilaksanakan pada 8 Desember 2017. Presiden Joko Widodo melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

Isu mutasi perwira tinggi (pati) TNI mewarnai masa-masa sebelum dan sesudah pergantian Panglima TNI. Sebelum menyerahkan jabatannya, Gatot pada 4 Desember melakukan mutasi terhadap 85 perwira TNI.

Sebagian kebijakan Panglima sebelumnya kemudian dibatalkan oleh Marsekal Hadi dengan menerbitkan surat keputusan pada tanggal 19 Desember 2017. Melalui surat tersebut, Marsekal Hadi membatalkan mutasi 16 perwira tinggi TNI.

5. Kepemimpinan Baru Golkar

Tahun Wajah Baru Pemimpin Ibu Kota, TNI, dan Partai Golkar

Kasus korupsi e-KTP yang membelit Setnov berdampak terhadap Partai Golkar. Tidak hanya mengganggu operasional, kasus Setnov juga dinilai mengganggu citra partai berlambang pohon beringin itu.

Setelah melalui berbagai rapat internal, akhirnya Golkar menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 19-20 Desember 2017. Hasil Munaslub mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setnov.
(dam)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved