BMKG Sebut Potensi Gempa Bumi dan Tsunami Terus Mengintai

Selasa, 19 Desember 2017 - 11:05 WIB
BMKG Sebut Potensi Gempa...
BMKG Sebut Potensi Gempa Bumi dan Tsunami Terus Mengintai
A A A
JAKARTA - Secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik utama dunia yang bergerak relatif saling mendesak satu dengan lainnya. Ketiga lempeng tersebut adalah Lempeng Indo-Australia di sebelah Selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur, Lempeng Eurasia di sebelah Utara (di mana sebagian besar wilayah Indonesia berada), dan ditambah Lempeng Laut Philipina.

Adapun karakteristik lempeng tektonik, adalah Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah Utara dan bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Sementara Lempeng Pasifik bergerak ke arah Barat sedangkan Lempeng Eurasia relatif diam. Kondisi inilah yang menyebabkan Indonesia sebagai wilayah 'supermarket bencana' yang rawan gempa bumi dan tsunami.

"Meskipun teknologi saat ini belum ada yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi secara tepat dan akurat. Hal ini dibuktikan dari data IRBI bahwa ancaman tsunami Indonesia adalah 46% dari panjang pantai Kepulauan Indonedia, 233 dari 515 Kabupaten, dan 23 dari 34 Provinsi," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati lewat keterangan pers, Selasa (19/12/2017).

(Baca juga: Hujan Lebat Sambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 )

Berdasarkan sejarah gempa bumi yang tercacat oleh BMKG, telah terjadi gempa bumi rata-rata sebanyak 4.500 kali/ tahun. Di antaranya gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih yang sifatnya mulai merusak terjadi sebanyak rata rata 360 kali/ tahun.

Menyadari kondisi ini, Dwikorita mengatakan BMKG siap untuk memberikan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang terus dimonitor 24 jam/ 7 hari. "Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam pengurangan resiko dampak gempa bumi dan tsunami," jelasnya.

(Baca juga: Masuk Musim Hujan, BMKG Imbau Warga Adanya Potensi Banjir dan Longsor )

Untuk pengamatan gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih berpusat di Pusat Gempa Nasional BMKG, sementara untuk gempa bumi dengan magnitude dibawah 5 terpusat di Stasiun Geofisika yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia berjumlah 33 Stasiun geofisika dengan 165 sensor seismograf dan 285 accelerometer.

Sebagai langkah pengurangan resiko dampak gempa bumi dan tsunami, pihaknya mengharapkan masyarakat agar lebih siap sebelum terjadi gempa dan tsunami, termasuk struktur bangunan, serta langkah melkakun penyelamatan gempa bumi dan tsunami.

(Baca juga: Bencana Meningkat, Ribuan Tagana Disiagakan )

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca, gempabumi dan tsunami 24 jam, yaitu melaluicall center cuaca 021-6546315/18, call center gempabumi 021-6546316, atau laman resmi BMKG, http://www.bmkg.go.id, follow twitter @infobmkg, aplikasi iOS dan android "Info BMKG", atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
(pur)
Berita Terkait
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mangga di Samudra Hindia
Puncak Musim Hujan 2021,...
Puncak Musim Hujan 2021, BMKG: Waspada Potensi Multi Bencana Hidrometeorologi
Begini Prakiraan Cuaca...
Begini Prakiraan Cuaca di Jakarta Hari Ini
Akhir Pekan, Ini Prakiraan...
Akhir Pekan, Ini Prakiraan Cuaca di Jakarta
BMKG: Waspadai Potensi...
BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Periode Peralihan Musim
Awas! 21 Daerah Ini...
Awas! 21 Daerah Ini Berpotensi Kena Cuaca Ekstrem
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Bulan Mini Diprediksi...
Bulan Mini Diprediksi Tabrak Bumi antara 2075 dan 2122
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved