PDIP: Mempertahankan Setnov Sama Saja Melawan Keinginan Publik
Kamis, 23 November 2017 - 12:59 WIB
PDIP: Mempertahankan Setnov Sama Saja Melawan Keinginan Publik
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai mempertahankan Setya Novanto sebagai ketua DPR sama saja melawan keinginan banyak masyarakat. Sebab, banyak masyarakat mencibir pria yang akrab disapa Setnov itu.
"Saya pikir kita ini melawan dan berhadapan dengan keinginan publik. Coba lihat medsos-medsos itu," ujar Ketua bidang Kehormatan Partai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Komarudin Watubun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).
Karena, banyak netizen yang mengolok-olok Setnov. Contohnya dugaan kecelakaan Setnov, dimana mobil yang ditumpangi ketua umum Partai Golkar itu menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.
"Ada macam-macam di medsos. Ada tabrak tiang listrik dan sebagainya. Ini kan kritikan yang sangat memalukan kepada lembaga besar DPR RI," kata anggota Komisi II DPR ini.
Dirinya mengaku tidak memiliki sentimen pribadi dengan Setnov maupun Partai Golkar. "Tapi dalam kepentingan sebagai salah satu anggota DPR RI, ini dari etikanya sudah tidak bisa (jadi ketua DPR). Harus diganti lah, kader Golkar juga banyak orang baik-baik," ungkapnya.
Menurutnya, wibawa dan kehormatan DPR harus dijaga. "Jangan dipakai seterusnya begitu," pungkasnya.
Diketahui, rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar beberapa hari lalu memutuskan tetap mempertahankan Setnov sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar.
"Saya pikir kita ini melawan dan berhadapan dengan keinginan publik. Coba lihat medsos-medsos itu," ujar Ketua bidang Kehormatan Partai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Komarudin Watubun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).
Karena, banyak netizen yang mengolok-olok Setnov. Contohnya dugaan kecelakaan Setnov, dimana mobil yang ditumpangi ketua umum Partai Golkar itu menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.
"Ada macam-macam di medsos. Ada tabrak tiang listrik dan sebagainya. Ini kan kritikan yang sangat memalukan kepada lembaga besar DPR RI," kata anggota Komisi II DPR ini.
Dirinya mengaku tidak memiliki sentimen pribadi dengan Setnov maupun Partai Golkar. "Tapi dalam kepentingan sebagai salah satu anggota DPR RI, ini dari etikanya sudah tidak bisa (jadi ketua DPR). Harus diganti lah, kader Golkar juga banyak orang baik-baik," ungkapnya.
Menurutnya, wibawa dan kehormatan DPR harus dijaga. "Jangan dipakai seterusnya begitu," pungkasnya.
Diketahui, rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar beberapa hari lalu memutuskan tetap mempertahankan Setnov sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar.
(kri)