RI Dipandang Punya Kapasitas Mediasi Konflik di Afghanistan
Selasa, 21 November 2017 - 15:43 WIB
RI Dipandang Punya Kapasitas Mediasi Konflik di Afghanistan
A
A
A
BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut organisasi perdamaian Islam atau high peace council di Afghanistan, menyambut baik peran Indonesia ikut menengahi dan memediasi konflik yang terjadi di negara tersebut.
Jokowi menyampaikan, Indonesia memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah dan agama yang berbeda, namun mampu hidup berdampingan.
"Beliau (Khalili Ketua Delegasi) menyampaikan Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar dan mereka ingin sharing dan belajar banyak mengenai Islam moderat yang ada di Indonesia," tutur Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11/2017).
Menurut Jokowi, setelah bertemu dirinya, Khalilili dan delegasi perdamaian Islam di Afghanistan sore ini akan bertemu sejumlah Ormas Islam di Indonesia antara lain Nahldlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, sejumlah ulama dan pondok pesantren untuk membuktikan tentang kerukunan tersebut.
"Tadi sudah disampaikan oleh beliau, bahwa Indonesia mempunyai kapasitas untuk ikut menyelesaikan perdamaian yang ada di Afghanistan," ujarnya.
Jokowi menyampaikan, Indonesia memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah dan agama yang berbeda, namun mampu hidup berdampingan.
"Beliau (Khalili Ketua Delegasi) menyampaikan Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar dan mereka ingin sharing dan belajar banyak mengenai Islam moderat yang ada di Indonesia," tutur Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11/2017).
Menurut Jokowi, setelah bertemu dirinya, Khalilili dan delegasi perdamaian Islam di Afghanistan sore ini akan bertemu sejumlah Ormas Islam di Indonesia antara lain Nahldlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, sejumlah ulama dan pondok pesantren untuk membuktikan tentang kerukunan tersebut.
"Tadi sudah disampaikan oleh beliau, bahwa Indonesia mempunyai kapasitas untuk ikut menyelesaikan perdamaian yang ada di Afghanistan," ujarnya.
(maf)