AICIS 2017 dan Kontribusinya bagi Kajian Islam Dunia

Selasa, 21 November 2017 - 08:31 WIB
AICIS 2017 dan Kontribusinya...
AICIS 2017 dan Kontribusinya bagi Kajian Islam Dunia
A A A
Dr Imam Safei, MPD
Plt Direktur Pendidikan Keagamaan Islam, Kementerian Agama

NEGARA
Kesatuan Re­pub­lik Indonesia melalui Ke­mentrian Agama me­m­iliki Perguruan Tinggi Ke­aga­maan Islam (PTKI) yang me­ru­pakan pilar penting dalam du­nia akademik, khususnya da­lam disiplin ilmu keislaman. D­a­lam konteks sejarah bangsa Indo­nesia, keberadaan PTKI ini bu­kanlah merupakan sesuatu yang mesti diterima begitu saja (ta­ken for granted), namun jus­tru perlu disikapi dengan arif dan kreatif.

Umat Islam dengan po­tensi yang sangat besar justru d­i­tuntut untuk mem­ber­da­ya­kan dan memaksimalkan ke­ber­ada­an PTKI tersebut secara cer­das dan bijaksana sehingga ke­beradaan mereka yang ber­jum­lah cukup besar tersebut da­pat menjadi berkah tidak hanya ba­gi umat Islam namun bagi umat lain baik di Indonesia mau­­pun di luar negeri. Sebagai wa­dah bagi para intelektual mus­lim, PTKI seyogianya dapat men­jadi katalisator bagi per­kem­bangan kompetensi sar­ja­na muslim yang tidak hanya me­mi­l­iki integritas keilmuan dan pro­fesionalitas tinggi, tetapi ju­ga terus dapat mendorong pe­ngem­bangan budaya dan per­adab­an Islam melalui kajian dan pe­nelitian ilmiah.

Dalam perkembangannya, PTKI telah melakukan berbagai usa­­ha untuk meningkatkan diri. S­a­­lah satunya adalah de­ngan mem­berikan pelayanan ter­baik ke­pada publik dengan men­d­i­ri­kan program pas­c­­a­sar­ja­na yang te­lah dimulai sejak 1985. Hingga kini, per­k­em­bang­an program itu mencapai jum­lah yang besar di seluruh In­do­nesia di sejumlah PTKI, baik ne­geri maupun swas­ta. Bahkan, prog­ram pas­ca­sar­ja­na yang di­bu­ka tidak hanya da­lam bidang Is­lamic Studies, te­ta­pi juga bi­dang lain yang relevan se­hingga la­hir ratusan magister dan dok­tor dalam berbagai di­siplin ilmu baik keislaman mau­pun lainnya.

Selanjutnya, PTKI, baik me­­la­lui program pascasarjana mau­­­pun unit-unit lainnya, di­ha­­­­rap­­kan dapat berperan s­e­ba­­gai pu­­sat kajian keislaman par-ex­cel­­lent di Indonesia, yang da­pat di­­a­n­d­alkan tidak sa­ja oleh ka­lang­­an PTKI, tetapi ju­ga oleh ka­­lan­g­­an umum, baik di dalam mau­­pun luar negeri. Da­lam ke­rang­­ka ini, PTKI di­­do­rong un­tuk men­­­ca­­­p­ai stan­dar mu­­tu in­ter­­na­sio­nal mela­lui kerja sa­ma de­ngan per­gu­ru­­an ting­gi luar ne­­­geri dan ins­ti­tu­si-ins­ti­tusi aka­de­­mik lain­nya. Se­lain itu, ko­n­­fe­ren­si ber­ska­la inter­na­­sio­nal ju­ga d­i­ga­lakkan agar PTKI mam­pu ber­gaul secara luas dan pa­ra aka­de­mi­­si­nya memiliki ke­­sem­­patan yang le­­bih luas untuk me­­la­kukan p­e­ngem­­­bang­an diri dan se­ka­ligus me­lakukan di­se­mi­nasi keilmuannya.

Dalam ke­rang­ka pengem­bang­an di­­ri dalam per­gaul­­­an in­ter­na­sio­­nal ter­sebut, Di­­rek­­­to­rat Je­n­de­ral Pen­­di­dik­an Is­lam yang menaungi Pen­­di­dik­an Ting­gi Is­lam (Dik­tis) mem­­be­ri­kan du­kung­an pe­n­uh atas di­se­leng­ga­ra­kannya An­­nual Islamic Con­fe­rence on Is­­la­mic Studies (AICIS) 2017. Ka­li ini AICIS di­se­­lenggarakan di Ja­kar­ta yang men­­jadi bagian pen­­ting dalam ke­­giatan Pendis Ex­­po 2017 se­ba­­gai gawai dari D­i­­rek­torat Jen­­d­e­ral Pen­di­dik­an Is­lam Ke­me­n­­te­ri­an Agama RI 2017.

Ke­b­­­er­­ada­an AICIS d­a­lam Pen­dis Ex­p­o ters­ebut diha­ra­­­p­kan da­pat men­jadi salah s­a­tu pi­lar pen­ting da­ri pen­di­dik­an ­Is­lam di Indo­ne­sia. Tentu sa­ja AICIS da­pat me­n­jadi tolok ukur kua­li­tas Pen­d­idikan Ting­gi Ke­aga­ma­an Is­lam di In­do­ne­sia me­la­lui keterlibatan para ahli yang ber­­kua­litas. Saya me­nyam­­pai­kan se­lamat ber­dis­ku­si semoga kon­­fe­rensi tahunan ka­li ini le­bih bermakna bagi pe­ngem­bang­­an di­ri para peserta dan se­mua yang terlibat di dalamnya.

Sebagai salah satu tanggung ja­wab akademik, Direktorat Pen­didikan Islam melalui Di­rek­torat Pendidikan Tinggi Is­lam (Diktis) mendorong pe­nguat­an basis akademik di ting­kat perguruan tinggi. PTKI ada­lah lembaga akademik yang ti­dak saja menyiapkan sarjana Mus­lim agar memiliki in­te­gri­tas keilmuan dan pro­fe­sio­na­li­tas tinggi, tetapi juga terus me­n­do­rong pengembangan budaya dan peradaban Islam melalui ka­ji­an dan penelitian ilmiah. Se­jak 1985, Program Pascasarjana mu­lai dibuka di lingkungan PTKI.

Hingga kini, pe­r­kem­bang­an program itu mencapai jum­lah yang cukup signifikan di se­jumlah PTKI, baik negeri mau­pun swasta. Melalui prog­ram ini telah lahir ratusan m­a­gis­ter dan doktor dalam be­rb­a­gai disiplin ilmu keislaman. Sebagai bagian dari dunia pen­­didikan tinggi Islam, prog­ram pascasarjana di­­harapkan ber­pe­ran sebagai pusat ka­­jian ke­­islaman par-excellent di Indonesia, yang di­an­dal­kan tidak sa­ja oleh kalangan PTKI, tetapi ju­ga oleh kalangan umum, baik di da­lam maupun luar ne­­geri.

Da­lam ke­rang­­ka ini, be­be­ra­pa prog­ram pas­ca­sar­­jana dido­rong un­t­uk mencapai stan­­dar mu­tu i­n­ter­­nasional mela­lui ker­­ja sama de­ngan pe­rguruan ting­­gi luar negeri, se­perti Uni­­ver­si­tas al-Azhar Mesir, Uni­ver­sitas Um Dur­man Sudan, Uni­­ver­­si­tas Islam Antar Bangsa, Uni­­ve­r­si­­tas K­e­bang­saan Ma­lay­sia, Mc­Gill Uni­­ver­si­ty Canada. Ada satu hal pen­­ting yang me­r­u­pa­kan satu kebaruan da­lam pe­nye­lenggaraan AICIS ta­hun ini.

Un­t­uk pertama kalinya AICIS dike­lola dengan sistem pa­nel, di ma­na rekrutmen pe­ma­kalah tidak la­gi sepenuhnya ber­b­asis maka­lah individual, te­tapi diorganisasi se­orang ketua pa­nel. Sistem panel ini untuk me­­nyikapi per­kem­bang­­an pe­nge­lolaan event aka­de­mik ta­hun­an yang bergengsi ini se­­hing­ga dapat lebih berkualitas baik dari segi penyelenggaraan mau­­pun dari segi keterlibatan pa­ra ilmuwan di bidang kajian Is­lam. Hal ini merupakan upaya un­tuk me­wujudkan peran pu­sat kajian ke­islaman sehingga AICIS dapat me­ningkatkan kon­tribusinya ba­gi dunia.
(thm)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved