KPK Perkuat Bukti Dugaan Penghalangan Penyidikan Kasus Setnov

Sabtu, 18 November 2017 - 14:14 WIB
KPK Perkuat Bukti Dugaan...
KPK Perkuat Bukti Dugaan Penghalangan Penyidikan Kasus Setnov
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat bukti-bukti dugaan upaya penghalangan penyidikan tersangka dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto.

KPK juga menelusuri kemungkinan ada pihak yang membantu persembunyian pria yang biasa disapa Setnov itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, ada sejumlah hal yang diperhatikan dan ditelusuri berkaitan ketidakhadiran Setnov dalam pemanggilan penyidik.

Menurut Febri, Setnov tiga kali tidak memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan tersangka Direktur Utama PT Quadra Solutions 2012-2013 Anang Sugiana Sudihardjo.

Kemudian, kata dia, Setnov juga tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka pada Rabu 15 November 2017 yang kemudian membuat KPK menerbitkan surat penangkan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut dia, KPK terus melakukan validasi berbagai informasi menyangkut ketidakhadiran Setnov dalam pemanggilan sebagai saksi dan tersangka hingga terjadinya kecelakaan mobil yang dikemudikan Hilman, jurnalis televisi swasta, Kamis 16 November malam.

Menurut dia, rangkaian peristiwa dan bukti-bukti akan menentukan ada atau tidaknya unsur pidana menghalang-halangi penyidikan kasus Setnov.

"Pihak-pihak yang diduga berupaya menyembunyikan atau menghalangi-perkara perkara KTP elektronik atau yang lain, maka ada risiko hukum pidana diatur Pasal 21 UU Tipikor," tutur Febri saat dikonfirmasi, Sabtu (18/11/2017).

Dia menilai hal tersebut sudah berulang kali diingatkan KPK. Poin pentingnya, kata dia, tidak boleh ada pihak-pihak tertentu yang berupaya melindungi tersangka.

"Pasal 21 UU Tipikor ancaman hukumannya cukup berat 3 hingga 12 tahun penjara. Jadi ini tindak pidana serius dan KPK tentu akan mempelajari hal-hal tersebut," tutur Febri.

Pada Jumat 17 November 2017, kata dia, KPK menerima laporan pengaduan dari Koalisi Masyarakat Sipil yang melaporkan dugaan penghalangan penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP.

Namun Febri mengaku belum mengetahui secara detail isi laporan tersebut dan siapa saja yang menjadi terlapornya.

"Laporan pengaduan masyrakat itu terkait pihak-pihak yang diduga melakukan Pasal 21 UU Tipikor. Tentu pengaduan tersebut akan dilakukan telaah dan didalami fakta-fakta yang ada. Kita akan analis informasi-infromasi yang ada, akan kita proses lebih lanjut pengaduan masyarakat tersebut," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Cara Membuat Watermark...
Cara Membuat Watermark Pada e-KTP
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved