Megawati: Nasionalisme Tak Boleh Diartikan Anti Asing

Jum'at, 17 November 2017 - 00:15 WIB
Megawati: Nasionalisme...
Megawati: Nasionalisme Tak Boleh Diartikan Anti Asing
A A A
JAKARTA - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri menegaskan tujuan dari demokrasi Pancasila adalah tercapainya Trisakti, yaitu berdaulat dalam politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Dia meyakini demokrasi yang dicetuskan Bung Karno ini bukan hanya berguna bagi Indonesia, tetapi juga bangsa-bangsa lain di dunia.

"Saya yakin semua bangsa di bawah kolong langit ini pun memimpikan dapat sampai pada Trisakti,” kata Megawati.

Hal ini disampaikan Megawati dalam orasi ilmiah berjudul Demokrasi Pancasila: Sebuah Demokrasi Ekonomi dan Politik untuk Membangun Tatanan Baru Dunia’ di Universitas Nasional Mokpo (MNU), Mokpo, Korsel, Kamis 16 November 2017.

Megawati mendapat gelar Doktor Honoris Causa di bidang demokrasi ekonomi dari kampus tersebut. Bagi Megawati, demokrasi adalah alat, bukan tujuan.

Dia meyakini inti demokrasi adalah permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, bukan oleh perdebatan dan siasat yang diakhiri dengan adu kekuatan dan penghitungan suara pro dan kontra.

"Sebagai alat, demokrasi Pancasila mengenal kebebasan berpikir dan berbicara. Tetapi, kebebasan dalam batas-batas tertentu, yakni batas keselamatan negara, batas kepentingan,” ujar Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Megawati juga melakukan otokritik pada langkah-langkah politik dan ekonomi yang terjadi di abad 21 ini.

"Ternyata, imperialisme dan kapitalisme yang merupakan watak ingin menguasai orang dan bangsa lain, masih terus menggurita. Hubungan antarbangsa jadi salah kaprah dalam relasi dominasi,” katanya.

Dia menegaskan tidak anti asing. Sebab, kerja sama dengan bangsa lain merupakan keharusan. Setiap bangsa memang tidak dapat mengisolasi diri dari bangsa lain.

Menurut Megawati, nasionalisme tidak boleh dipahami. sebagai suatu sikap anti asing dan perilaku fanatik, yang kemudian akan memunculkan gerakan chauvinisme nasionalis.

"Namun demikian, dengan berada dalam pergaulan internasional dan dengan terlibat kerja sama politik dan ekonomi dengan bangsa lain, bukan berarti kita menyerahkan kedaulatan bangsa sendiri kepada orang lain,” ujarnya.

Megawati mengatakan, para pendiri bangsa yang terlibat dalam Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok menjadi bukti sejarah nyata dalam peradaban manusia.

Gerakan yang mereka lakukan adalah fakta sejarah tentang solidaritas, toleransi dan gotong royong bangsa-bangsa.

"Mereka membuktikan bahwa cita-cita untuk mencapai Trisakti bagi bangsanya, bukan berarti dengan cara mengeksploitasi dan menindas bangsa lain,” ujarnya.

Dalam penganugerahan Doktor Honoris Causa, Megawati ditemani oleh putra pertamanya, Mohammad Rizki Pratama, Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadir dan sejumlah anggota Fraksi PDIP DPR, Herman Hery, Daryatmo Mardyanto dan Nico Siahaan.
(whb)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved