Demokrasi Pancasila Bimbing Megawati Terus Suarakan Perdamaian

Kamis, 16 November 2017 - 20:49 WIB
Demokrasi Pancasila...
Demokrasi Pancasila Bimbing Megawati Terus Suarakan Perdamaian
A A A
JAKARTA - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri berbicara soal Demokrasi Pancasila dalam orasi ilmiahnya setelah menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang demokrasi ekonomi dari Univesitas Nasional Mokpo (MNU), Korea Selatan (Korsel).

Menurut Megawati, demokrasi Pancasila juga yang telah membimbingnya terus menyuarakan perdamaian dunia, termasuk terkait konflik Semenanjung Korea.

"Karena itu pula, saya tidak akan menyerah untuk terus terlibat dalam upaya mencari penyelesaian konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara,” tutur Megawati dalam orasi ilmiah berjudul Demokrasi Pancasila: Sebuah Demokrasi Ekonomi dan Politik untuk Membangun Tatanan Baru Dunia’ di Kampus MNU, Mokpo, Korsel, Kamis (16/11/2017).

Dia juga mengatakan menentang pihak mana pun yang memanfaatkan situasi konflik Korsel dan Korut dengan memperuncing perseteruan.

"Saya menentang pihak mana pun, yang dengan berbagai dalih, lalu mengintervensi kedaulatan kedua negara,” ujar Megawati lagi.

Dia menegaskan, pilihannya soal Semenanjung Korea tidak akan pernah berubah. "Saya memilih bersama dengan rakyat Korea Selatan dan Korea Utara untuk terus mengupayakan perdamaian kedua negara. Saya pun selalu katakan, kalian sesungguhnya bersaudara, satu rumpun,” kata Megawati disambut tepuk tangan.

Megawati mengajak para hadirin selalu meyakini ada jalan keluar jika memilih jalan dan cara damai dalam menyelesaikan konflik dan sengketa.

"Satu hal yang harus menjadi kesadaran kita bersama, apabila konflik Korea Selatan dan Korea Utara semakin mengeras, apabila konflik itu sampai berujung pada peperangan, harus kalian ingat yang paling dirugikan dan paling menderita adalah rakyat Korea Selatan dan Korea Utara sendiri,” tutur Megawati.

Dalam penganugerahan doktor honoris causa, Megawati ditemani putra pertamanya, Mohammad Rizki Pratama, Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman Rokhmin Dahuri, Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadir dan sejumlah anggota Fraksi PDIP DPR, Herman Hery, Daryatmo Mardyanto dan Nico Siahaan.
(dam)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Infografis
Megawati Hangestri,...
Megawati Hangestri, Pemain Voli Putri Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved