DPR Nilai Perlu Regulasi Kuat Atur Energi Baru dan Terbarukan

Minggu, 12 November 2017 - 20:45 WIB
DPR Nilai Perlu Regulasi...
DPR Nilai Perlu Regulasi Kuat Atur Energi Baru dan Terbarukan
A A A
JAKARTA - DPR Khususnya Komisi VII menilai, perlu ada regulasi kuat atau aturan hukum yang mengatur pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron. Menurutnya, perlu adanya aturan turunan dari Undang-Undang (UU) yang ada saat ini, untuk perkembangan EBT secara teratur.

"DPR bersama pemerintah perlu menyiapkan payung hukum yang lebih kuat bagi pengembangan EBT serta secara paralel menyiapkan regulasi turunan dari UU seperti PP, perpres, dan permen untuk implementasi UU tersebut," kata Herman, Minggu (12/11/2017).

Politikus Partai Demokrat ini melihat, kondisi Indonesia saat ini masih mengandalkan energi dari fosil yang tidak terbarukan. Menurutnya suatu hari energi jenis tersebut akan terkuras habis. Oleh karena itu katanya, dibutuhkan payung hukum yang lebih kuat.

"Tuntutan pemanfaatan energi, yang ramah lingkungan, secara global makin meningkat seiring kesadaran dunia menjaga kelestarian lingkungannya. Sehingga pengembangan EBT makin relevan," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini payung hukum yang dimiliki baru berbentuk PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), dengan target bauran energi dari EBT sebesar 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu yang menyatakan sudah saatnya pemerintah mengembangkan energi terbarukan.

Lantaran dalam roadmap ketahanan energi Indonesia hingga 2025, harus ada EBT sebagai solusi mengatasi tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi.

"Indonesia sudah menghabiskan penggunaan energi selama ini. Energi yang bersumber dari minyak akan habis sekitar 20 hingga 25 tahun lagi. Negara-negara maju pun sudah mencoba berbagai cara memanfaatkan energi alternatif," ucapnya saat dihubungi.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved