Perindo: Sipol Bikin Parpol Jadi Transparan dan Sehat
Kamis, 02 November 2017 - 18:30 WIB
Perindo: Sipol Bikin Parpol Jadi Transparan dan Sehat
A
A
A
JAKARTA - Partai Perindo menilai Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat partai politik menjadi transparan dan sehat.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, Sipol pada pemilu sebelumnya tidak memiliki payung hukum.
Selain itu, kata dia, Sipol sebelumnya tidak masuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). "Maka semua parpol ramai-ramai menggagalkan, dan itu bisa digagalkan," ujar Rofiq dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk Verifikasi dan Gugatan Partai Politik Menuju Masa Depan Demokrasi? di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
Sementara Sipol saat ini, kata dia, sudah masuk dalam Peraturan KPU dan menjadi bagian dari turunan undang-undang. "Saya berterus terang bahwa dengan adanya Sipol ini memang membuat partai ini transparan dan sehat," tuturnya.
Karena, kata dia, semua parpol dituntut untuk memasukkan seluruh data secara benar. Bila tidak benar, kata dia, data itu tidak masuk.
"Jadi aspek transparansi mengajarkan kepada semua parpol untuk terus menerus dalam rangka membina struktur di bawahnya dan terus menerus menghidupkan," ungkapnya.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, Sipol pada pemilu sebelumnya tidak memiliki payung hukum.
Selain itu, kata dia, Sipol sebelumnya tidak masuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). "Maka semua parpol ramai-ramai menggagalkan, dan itu bisa digagalkan," ujar Rofiq dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk Verifikasi dan Gugatan Partai Politik Menuju Masa Depan Demokrasi? di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
Sementara Sipol saat ini, kata dia, sudah masuk dalam Peraturan KPU dan menjadi bagian dari turunan undang-undang. "Saya berterus terang bahwa dengan adanya Sipol ini memang membuat partai ini transparan dan sehat," tuturnya.
Karena, kata dia, semua parpol dituntut untuk memasukkan seluruh data secara benar. Bila tidak benar, kata dia, data itu tidak masuk.
"Jadi aspek transparansi mengajarkan kepada semua parpol untuk terus menerus dalam rangka membina struktur di bawahnya dan terus menerus menghidupkan," ungkapnya.
(dam)