Hanura Nilai Terlalu Pagi Bicarakan Revisi UU Ormas

Selasa, 31 Oktober 2017 - 10:18 WIB
Hanura Nilai Terlalu...
Hanura Nilai Terlalu Pagi Bicarakan Revisi UU Ormas
A A A
JAKARTA - Partai Hanura menilai terlalu pagi membicarakan revisi Undang-undang (UU) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru disahkan saat ini. Sebab, UU Ormas hasil pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 baru berumur beberapa hari.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR Dadang Rusdiana mengatakan, bahwa pada dasarnya Perppu Ormas itu sudah disetujui DPR untuk ditetapkan menjadi UU pada Rapat Paripurna Selasa 20 Oktober 2017. "Jadi undang-undang sudah efektif melanjutkan fungsinya dari Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang ditetapkan presiden," ujar Dadang Rusdiana kepada SINDOnews, Selasa (31/10/2017).

Dadang melanjutkan, Fraksi Partai Hanura menerima dengan bulat tanpa catatan atau usulan membuat revisi atas UU Ormas tersebut. "Kami melihat saat ini belum ada hal yang perlu kita perbaiki," ucap legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat II ini.

Menurut dia, pada dasarnya perbaikan itu diperlukan setelah pada implementasi ada masalah. "Ini kan Perppu baru beberapa bulan, dan ditetapkan sebagai undang-undang baru 10 harian, terlalu pagi kalau kita membicarakan tentang revisi," kata Dadang.

Kendati demikian, dia tidak mempersoalkan sikap Fraksi Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menginginkan UU Ormas baru direvisi. Karena, lanjut dia, hal itu hak politik masing-masing.

Namun, tambah Dadang, tentu perlu diingat bahwa revisi UU harus berdasarkan kesepakatan bersama antara DPR dan Pemerintah. "Dalam hal ini tentu kita harus tunggu bagaimana sikap pemerintah. Karena Fraksi Hanura sendiri tidak mengagendakan usulan revisi," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Mendagri Tito Buka Peluang...
Mendagri Tito Buka Peluang Revisi UU Ormas, Evaluasi Transparansi Keuangan
Mendagri Tito Buka Peluang...
Mendagri Tito Buka Peluang Revisi UU Ormas, DPR Terbuka: Kalau Urgen
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Aparat Penegakan Hukum Berantas Premanisme Berkedok Ormas
Wamendagri: Larangan...
Wamendagri: Larangan Seragam Ormas Sudah Diatur di UU 16 Tahun 2017
Syarat Mendirikan Ormas...
Syarat Mendirikan Ormas yang Harus Dipenuhi Anies Baswedan
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved