Publik Diminta Awasi Soal Pembangunan Gedung Baru DPR

Kamis, 26 Oktober 2017 - 02:00 WIB
Publik Diminta Awasi...
Publik Diminta Awasi Soal Pembangunan Gedung Baru DPR
A A A
JAKARTA - Mulusnya rencana DPR untuk mendapatkan persetujuan pemerintah terkait pembangunan gedung baru, tidak terlepas dari hubungan antara DPR dan Pemerintah yang semakin harmonis.

Pernyataan ini dikatakan oleh Research Manager Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Menurutnya, kemesraan kedua lembaga ini nyaris menghilangkan peran check and balances satu dengan yang lainnya.

"DPR dengan mudah menjadi 'stempel' bagi program pemerintah, dan pemerintah pun menikmati setiap dukungan DPR tersebut. Dukungan anggaran untuk gedung baru saya kira lahir dalam suasana penuh harmoni," kata Lucius, Rabu (25/10/2017) malam.

Terlebih jelang tahun politik, menurut Lucius, konsolidasi antara fraksi di DPR dan pemerintah tentu sangat dibutuhkan pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berniat menjabat dua periode.

Karena diakui Lucius, dukungan dari DPR bisa menjadi sinyal kuat dukungan dari partai politik (parpol) yang akan dibutuhkan Presiden untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 nanti.

Namun demikian, Lucius mengendus gelagat aneh ketika pemerintah yang nyatanya membutuhkan anggaran besar untuk membiayai program pembangunan infrastruktur tapi dengan mudahnya menyetujui anggaran pembangunan gedung sebesar Rp600 miliar.

Padahal, urgensi pembangunan yang bisa langsung dirasakan rakyat itu lebih mendesak ketimbang menyediakan fasilitas bagi DPR yang sejauh ini gagal membuktikan kinerja mereka melalui fungsi-fungsi utamanya.

"Tentu saja sikap pemerintah seperti ini hanya bisa dijelaskan dengan menyebutkan kepentingan politik sebagai dasarnya," tukasnya.

Karena dipastikan berjalan, Lucius meminta kepada publik untuk tetap mengawasi proses lanjutan pembangunan ini. Khususnya untuk mengantisipasi kemungkinan penyelwengan anggaran pembangunan ini oleh segelintir elite baik di DPR maupun pemerintah.

"Bila perlu KPK harus turun tangan untuk memastikan tak adanya penyelewengan dalam proyek tersebut," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Jokowi Resmi Melarang...
Jokowi Resmi Melarang Pembangunan PLTU Batu Bara Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved