Usut Viktor Laiskodat, MKD Minta Keterangan Politikus Gerindra

Senin, 23 Oktober 2017 - 17:53 WIB
Usut Viktor Laiskodat,...
Usut Viktor Laiskodat, MKD Minta Keterangan Politikus Gerindra
A A A
JAKARTA - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR telah meminta keterangan Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, Senin (23/10/2017) hari ini.

Iwan adalah salah satu pihak yang melaporkan Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat ke MKD DPR.

Dalam pemanggilan hari ini, MKD menanyakan bukti yang dikantongi Iwan Sumule mengenai dugaan pelanggaran kode etik Viktor.

Viktor dilaporkan karena pidatonya dalam acara deklarasi calon bupati di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 1 Agustus 2017.

"Dari hasil pertemuan kami dengan MKD disampaikan bahwa yang mulia majelis kehormatan dewan itu memverifikasi soal bukti laporan kami kepada MKD yaitu bahwa apakah kemudian bukti laporan itu ditanyakan kepada kami," kata Iwan usai dimintai keterangannya oleh MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Iwan mengaku sudah menjawab semua pertanyaan yang diajukan MKD DPR. Dalam pemeriksaan tadi, Iwan pun sempat mengajukan pertanyaan kepada MKD mengenai proses sidang etik Viktor.

"Saya sampaikan bahwa sidang kode etik apakah sidang kode etik akan ditingkatkan kepada saudara Viktor Laiskodat di MKD itu menunggu pleno di MKD," paparnya.

Pertanyaan yang diajukan Iwan Sumule bukan tanpa alasan. Menurut dia, ada anggota MKD yang mengatakan biasanya sidang menunggu hasil putusan lembaga lain. "Itu yang kami pertanyakan," tandasya.

Namun, kata dia, Ketua Majelis Sidang MKD Sarifuddin Sudding tadi menyampaikan sidang dugaan pelanggaran kode etik Viktor akan dilakukan tanpa harus menunggu proses hukum yang dilakukan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

Sekadar informasi, dalam pidato di acara deklarasi calon bupati di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 1 Agustus 2017, Viktor menyebut Partai Gerindra, Demokrat, PAN, PKS mendukung kelompok yang ingin membuat negara ini berbentuk khilafah.

Celakanya, kata Viktor, partai-partai pendukung khilafah ada juga di NTT. Keempat partai itu dikatakan Viktor mendukung ekstremis tumbuh di NTT.

Viktor juga menyebut, pada situasi nasional, keempat partai ini mendukung kaum intoleran. Selain itu, Viktor menyebut di negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua orang harus salat.

Hal itu terungkap dari video penggalan pidato Viktor di NTT yang tersebar di media sosial. Maka itu, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN dan PKS melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri.

Selain itu, PKS, Partai Gerindra dan Partai Demokrat pun melaporkan Viktor ke MKD DPR. Mereka mendesak MKD menjatuhi sanksi berat kepada Viktor, berupa pencopotan jabatan anggota DPR.
(dam)
Berita Terkait
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan...
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan Impor Ilegal Beras ke Sabang di Tengah Surplus Beras Nasional
Nyaleg, Gubernur NTT...
Nyaleg, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Mengundurkan Diri
Dikecam Warga, Gubernur...
Dikecam Warga, Gubernur Viktor Laiskodat Dibela Advokat Ini
Sekolah Jam 5.30 Pagi,...
Sekolah Jam 5.30 Pagi, Surya Paloh Bela Gubernur NTT
Hadang Gubernur Viktor...
Hadang Gubernur Viktor Laiskodat, Viral Emak-emak Bertelanjang Dada
Video Emak-emak Bertelanjang...
Video Emak-emak Bertelanjang Dada Hadang Gubernur Viktor Laiskodat Viral
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved