Strategi Wiranto Perangi Kejahatan Terorisme dan Narkoba

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 13:22 WIB
Strategi Wiranto Perangi...
Strategi Wiranto Perangi Kejahatan Terorisme dan Narkoba
A A A
Terorisme, perdagangan narkoba, pembalakan liar, hingga radikalisme kini jadi ancaman nyata bangsa Indonesia. Kejahatan ini harus diberantas karena akan memperlemah pertahanan negara. Salah satu strategi untuk memeranginya adalah dengan fokus memperkuat pembangunan di perbatasan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, jalur lintas batas di Kalimantan yang selama ini dikenal sebagai jalur-jalur tikus harus segera diminimalkan untuk menghindari ancaman dari luar. "Kalau tidak segera membangun dari pinggiran, kita akan lemah dalam sistem pertahanan, apalagi ancaman itu bukan hanya terorisme," ujar Wiranto saat menggelar konferensi pers mengenai Capaian 3 Tahun Presiden Jokowi-JK di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Wiranto mengaku pernah menanyakan perihal jalur perbatasan ini kepada gubernur Kalimantan Utara. Jawaban yang diperoleh cukup mengagetkan. "Saya tanya jalur tikus ada berapa sih di Kalimantan Utara? Itu saya pikir kira-kira 50.000 jalur tikus. Jawabannya 1.400 jalur tikus, itu kan terbuka sekali," kata Wiranto.

Ke depan, pemerintah menargetkan tujuh wilayah perbatasan akan segera dibangun dan akan selesai dalam dua tahun. Itu bagian dari upaya untuk membangun kebanggaan masyarakat kepada masyarakat yang mendiami daerah perbatasan. Pembangunan infrastruktur di daerah lintas batas dinilai akan menguntungkan Indonesia karena akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru.

"Kalau ada center ekonomi baru, permukiman baru, maka ada pemerataan penduduk. Industri akan jalan, pendapatan daerah akan meningkat, pemerataan penduduk juga akan menimbulkan pemerataan pendapatan dan keadilan," kata dia.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang juga memaparkan pencapaian selama tiga tahun pemerintahan, menegaskan ada sejumlah kebijakan yang diterapkan Kementerian Pertahanan hingga 2019, antara lain membangun TNI yang profesional. Hal ini telah ditunjukkan dengan terus meningkatnya anggaran negara untuk TNI.

"Untuk tujuan membangun TNI yang profesional telah ditunjukkan dengan terus meningkatnya anggaran negara yang kini menjadi Rp11,4 triliun," ujarnya.

Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk membangun puluhan ribu rumah prajurit. Untuk pengamanan perbatasan, Kemhan telah membangun patroli serta merenovasi pos keamanan perbatasan di Kalimantan, NTT, dan Papua.

Sementara untuk industri pertahanan dalam negeri, Ryamizard menjelaskan bahwa kontribusi dalam pemenuhan kekuatan pokok minimum telah meningkat dari 28,1% pada 2014 menjadi 44,6% pada 2016. Dia juga melaporkan pembuatan medium tank oleh PT Pindad yang bekerja sama dengan industri pertahanan Turki.

"Teknologi kapal selam bekerja sama dengan Korea Selatan telah selesai dan bergabung dengan TNI Angkatan Laut, juga tampil dalam HUT TNI 5 Oktober yang lalu. Kapal selam kedua juga telah selesai dan saat ini sedang mengalami pengujian di laut, sementara kapal selam ketiga sedang dalam proses pengelasan di Jepang. Kita harapkan kapal selam kedua dan ketiga dapat segera diserahkan ke TNI Angkatan Laut pada 2018 nanti," jelasnya.

Ryamizard menambahkan, dalam mewujudkan kesadaran bela negara, 74,3 juta orang juga telah menjadi kader bela negara hingga 2017.
(amm)
Berita Terkait
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Kemenko Polhukam Telusuri...
Kemenko Polhukam Telusuri Dugaan Mafia Tanah di Jakbar
Kemenko Polhukam Gelar...
Kemenko Polhukam Gelar Forum Penyamaan Persepsi RUU Kejaksaan
Kemenko Polhukam Apresiasi...
Kemenko Polhukam Apresiasi Kejagung Gelar Perkara Kasus Pinangki
Berita Terkini
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved