PPP Ingin Figur Islam Moderat Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 12:25 WIB
PPP Ingin Figur Islam...
PPP Ingin Figur Islam Moderat Dampingi Jokowi di Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menginginkan agar figur Islam moderat menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Ketua umum PPP M Romahurmuziy pun telah menyampaikan itu kepada Presiden Jokowi.

"Saya menyampaikan kepada Pak Jokowi, Cawapres paling ideal untuk beliau adalah figur Islam moderat. Sebab, wajah Islam moderat dibutuhkan untuk menampik label negatif yang disematkan lawan-lawan politiknya terhadap Jokowi," ujar Romahurmuziy kepada wartawan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Dirinya menyampaikan kepada Jokowi masih dilabeli buruk oleh sekelompok orang yang tak suka. Label yang dimaksud adalah pro Tiongkok, pro komunis dan antiislam.

Untuk menghilangkan label tersebut, kata Romi, maka Cawapres pendamping Jokowi harus punya label antitiongkok, antikomunis dan pro Islam. "Dengan demikian, maka label yang dilekatkan kepada Jokowi akan hilang dengan sendirinya," kata dia.

Dirinya pun memberikan contoh, semisal Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menjadi Cawapres Jokowi, maka orang yang melabeli Jokowi negatif akan kehilangan argumen. Pasalnya, KH Ma'ruf Amin selama ini dikenal sebagai ikon Islam.

"Label negatif kepada Jokowi akan patah dengan sendirinya. Apalagi, semua label kepada Jokowi itu tidak benar. Sebagai contoh, adalah penetapan Hari Santri yang justru ditetapkan oleh Pak Jokowi sendiri," imbuhnya.

PPP, lanjut dia, melihat Jokowi masih yang terbaik untuk memimpin Indonesia. PPP juga yakin pasangan Jokowi dengan Cawapres dari kalangan santri bakal mendapatkan elektabilitas yang sangat tinggi di Pilpres mendatang.

"Hal ini sesuai dengan fenomena coat tail effect atau efek ekor jas. Dimana parpol yang tidak memiliki capres/cawapres sendiri, akan dirugikan dengan fenomena tersebut," imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
Suara PPP sejak Pemilu...
Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
Presiden Jokowi Pantau...
Presiden Jokowi Pantau Pergerakan Plt Ketum PPP, Ada Apa?
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Berkaca 2019, Fahri...
Berkaca 2019, Fahri Hamzah Minta Pemilu Serentak 2024 Zero Accident
Ambang Batas Presiden...
Ambang Batas Presiden Dipertahankan, Indonesia Harus Belajar dari Pemilu 2019
Masuk PPP, Sandiaga...
Masuk PPP, Sandiaga Akui Sudah Konsultasi ke Presiden Jokowi
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah...
Soroti Pelemahan Rupiah hingga Kenaikan Harga Minyak, Hary Tanoesoedibjo: Masyarakat Bawah Paling Terpukul
4 Kapolda Jebolan Akpol...
4 Kapolda Jebolan Akpol 1995 Teman Seangkatan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim
Waketum PUI Dukung Sudaryono...
Waketum PUI Dukung Sudaryono Bersih-Bersih BGN, Integritas MBG Harus Jadi Prioritas
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved