Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Selasa, 17 Oktober 2017 - 19:32 WIB
Radikalisme Agama Ancam...
Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia
A A A
PANGKAL PINANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan, untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas nama agama di lingkungan sekitar.

Menurut Yaqut, penyebaran paham radikal tersebut mengancam keberagaman yang sudah menjadi konsensus para founding fathers bangsa Indonesia.

Hal itu dikatakan Yaqut saat menjadi pembicara di seminar Radikalisme: Patologi Sosial atau "Politisasi Agama" di Era Global, yang diadakan PW GP Ansor Kep. Bangka Belitung, di Hotel Cordelia, Pangkal Pinang, Selasa (17/10/2017).

"Bangsa Indonesia itu didirikan oleh seluruh komponen bangsa, berbagai agama, suku, etnis, termasuk para kiai NU," kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

"Kelompok radikal itu memaksakan kehendak untuk meyakini agamanya sendiri bahwa agamanya yang benar. Saya muslim, tapi saya tidak akan memaksakan keyakinan saya kepada nonmuslim karena Islam tidak membolehkan memaksakan kehendak," imbuhnya.

Kelompok tersebutlah lanjut Gus Yaqut, memiliki agenda merebut kekuasaan. Karena itu katanya, Indonesia masih menghadapi tiga masalah besar.

Pertama kata panglima tertinggi Banser ini, masih ada pihak yang mempermasalahkan konsensus nasional, yakni ingin mengganti Pancasila dan NKRI dengan bentuk khilafah Islamiyah.

"Seakan-akan yang tidak seperti mereka bukan Islam dan harus diperangi, dan nonmuslim dibilang kafir. Apa yang mereka lakukan bukan syiar agama. Klaim keagamaan yang sesat ini bisa menjadi ancaman keberagaman Indonesia," tegas Gus Yaqut.

Selain Gus Yaqut, tampil juga sebagai pembicara Guru Besar Teologi UIN Bandung Prof Afif Muhammad, Ketua MUI Babel Zayadi. Acara yang dibuka Wakapolda Babel itu juga dihadiri Ketua DPRD Babel, Ketua MUI Babel, Kapolresta Pangkal Pinang, NU, Muhammadiyah, OKP, dan mahasiswa se-Babel.
(maf)
Berita Terkait
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Revitalisasi Paradigma...
Revitalisasi Paradigma Trilogi Kerukunan untuk Kebutuhan Umat Saat ini
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved