Manfaatkan Situasi Setnov, Ada Elite DPP Ingin Ambil Alih Kekuasaan Partai
Kamis, 28 September 2017 - 11:22 WIB
Manfaatkan Situasi Setnov, Ada Elite DPP Ingin Ambil Alih Kekuasaan Partai
A
A
A
JAKARTA - Rekomendasi politik DPP Partai Golkar kepada Setya Novanto agar segera menunjuk Pelaksana tugas (Plt) ketua umum dinilai janggal. Kejanggalan muncul saat elite partai berlambang pohon beringin itu berubah haluan ingin meninggalkan Novanto setelah sebelumnya ngotot mempertahankannya sebagai pucuk pimpinan.
"Saya sangat skeptis dengan perubahan sikap dari DPP yang tiba-tiba itu," kata politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia saat dikonfirmasi, Kamis (28/9/2017).
Doli mengaku curiga, apakah rekomendasi pleno untuk meminta Setya Novanto mundur itu didasari atas munculnya kesadaran baru akan begitu buruknya pengaruh terhadap Golkar, atau hanya ada permainan politik kelompok tertentu yang punya kepentingan mengambil kekuasaan dengan memanfaatkan situasi yang berkembang saat ini.
Lebih lanjut Doli mengatakan, desakan untuk meminta Novanto mundur sudah digaungkan oleh GMPG sejak jauh-jauh hari. Saat ini, kata dia, sebenarnya sudah relatif terlambat, karena sudah dapat dibuktikan secara empirik melalui survey dari beberapa lembaga bahwa elektabilitas Golkar jauh merosot.
"Dan penyebab utamanya itu adalah Setya Novanto. Tapi lebih baiklah daripada tidak sadar sama sekali," ucap Doli.
"Saya sangat skeptis dengan perubahan sikap dari DPP yang tiba-tiba itu," kata politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia saat dikonfirmasi, Kamis (28/9/2017).
Doli mengaku curiga, apakah rekomendasi pleno untuk meminta Setya Novanto mundur itu didasari atas munculnya kesadaran baru akan begitu buruknya pengaruh terhadap Golkar, atau hanya ada permainan politik kelompok tertentu yang punya kepentingan mengambil kekuasaan dengan memanfaatkan situasi yang berkembang saat ini.
Lebih lanjut Doli mengatakan, desakan untuk meminta Novanto mundur sudah digaungkan oleh GMPG sejak jauh-jauh hari. Saat ini, kata dia, sebenarnya sudah relatif terlambat, karena sudah dapat dibuktikan secara empirik melalui survey dari beberapa lembaga bahwa elektabilitas Golkar jauh merosot.
"Dan penyebab utamanya itu adalah Setya Novanto. Tapi lebih baiklah daripada tidak sadar sama sekali," ucap Doli.
(pur)