Puluhan Hari Jamaah Terpisah dari Kloternya, Linjam Gelar Pencarian Intensif
Senin, 25 September 2017 - 20:54 WIB
Puluhan Hari Jamaah Terpisah dari Kloternya, Linjam Gelar Pencarian Intensif
A
A
A
MEKKAH - Besok jamaah haji Indonesia secara keseluruhan akan meninggalkan Mekkah, Arab Saudi. Jamaah gelombang kedua tersebut akan didorong menuju Madinah.
Namun, ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yakni mencari dua jamaah haji terpisah dari kelompok terbangnya. Tidak tanggung-tanggung, jamaah ini terpisah dari rombongannya selama puluhan hari.
Masing-masing atas nama Atim Arta Ota (62), warga Bogor, Jawa Barat. Dia terpisah dari kloternya sejak 15 Agustus 2017 atau 40 hari. Namun jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 56 Embarkasi Jakarta-Bekasi tersebut baru dilaporkan ke Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) tanggal 17 Agustus.
“Jamaah ini terpisah dari rombongannya saat di Masjidil Haram. Ini sejak awal sudah kami laporkan ke kepolisian setempat,” ujar Kepala Satuan Operasional Armina, Jaetul Muchlis, kepada wartawan, Senin (25/9/2017).
Kemudian Hadi Sukma Adsani (73), warga Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Dia terpisah dari kloternya sejak 2 September 2017 atau 25 hari. “Jamaah Kloter Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 37) ini terpisah dari rombongannya di masa mabit atau menginap di Mina untuk melempar jumrah. Dia terpisah saat banyak kerumuman orang pada tanggal 2 September,” papar Jaetul.
Dikatakannya, pencarian sudah dilakukan Linjam dan personel Daker Mekkah lainnya sejak masa pra-Armina. Petugas melakukan tahapan pencarian dengan zona-zona pencarian di sektor Mekkah.
Begitu juga jamaah yang terpisah dari rombongannya saat di Mina. Petugas Daker Mekkah menggelar pencarian di sekitar Mina.
“Pencarian kami awali dengan mencari ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), terutama di sekitar Arafah dan Mina. Ada empat RSAS di Arafah dan tiga di Mina yang disisir petugas. Lalu Kantor Kepolisian di Mina. Tahapan di RSAS tidak hanya melihat kondisi jamaah di ICU. Fokus pencarian adalah jamaah yang tidak memiliki identitas, baik yang dirawat maupun di kamar jenazah,” katanya.
Jaetul menyebutkan, selama gelar operasi Armina, ada 383 jamaah yang terpisah dari kloternya. Tetapi semuanya bisa ditemukan dan kini pihaknya sejak kemarin kembali melakukan pencarian terhadap Atim Arta Ota dan Hadi Sukma Adsani.
Sementara itu, Nasrullah Jasam, Kadaker Mekah mengatakan, laporan jamaah terpisah sudah masuk sejak lama. Dan sejak saat itu Linjam sudah bergerak melakukan pencarian dua jamaah yang terpisah dari kloternya tersebut.
“Kami masih melakukan penelurusan jamaah yang terpisah,” ucapnya.
Sekadar informasi, mulai besok (Selasa, 26/9/2017) jamaah haji akan meninggalkan Kota Mekkah untuk melaksanaan ibadah arbain di Masjid Nabawi, Madinah. Pemulangan jamaah gelombang pertama sendiri dari Bandara Jeddah menuju Tanah Air sudah berakhir pada 21 September lalu.
Dengan demikian, Kota Mekkah mulai Selasa besok akan kosong dari jamaah haji Indonesia. Sementara seluruh petugas Daker Mekkah akan diberangkatkan ke Tanah Air pada 29 September mendatang.
Namun, ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yakni mencari dua jamaah haji terpisah dari kelompok terbangnya. Tidak tanggung-tanggung, jamaah ini terpisah dari rombongannya selama puluhan hari.
Masing-masing atas nama Atim Arta Ota (62), warga Bogor, Jawa Barat. Dia terpisah dari kloternya sejak 15 Agustus 2017 atau 40 hari. Namun jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 56 Embarkasi Jakarta-Bekasi tersebut baru dilaporkan ke Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) tanggal 17 Agustus.
“Jamaah ini terpisah dari rombongannya saat di Masjidil Haram. Ini sejak awal sudah kami laporkan ke kepolisian setempat,” ujar Kepala Satuan Operasional Armina, Jaetul Muchlis, kepada wartawan, Senin (25/9/2017).
Kemudian Hadi Sukma Adsani (73), warga Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Dia terpisah dari kloternya sejak 2 September 2017 atau 25 hari. “Jamaah Kloter Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 37) ini terpisah dari rombongannya di masa mabit atau menginap di Mina untuk melempar jumrah. Dia terpisah saat banyak kerumuman orang pada tanggal 2 September,” papar Jaetul.
Dikatakannya, pencarian sudah dilakukan Linjam dan personel Daker Mekkah lainnya sejak masa pra-Armina. Petugas melakukan tahapan pencarian dengan zona-zona pencarian di sektor Mekkah.
Begitu juga jamaah yang terpisah dari rombongannya saat di Mina. Petugas Daker Mekkah menggelar pencarian di sekitar Mina.
“Pencarian kami awali dengan mencari ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), terutama di sekitar Arafah dan Mina. Ada empat RSAS di Arafah dan tiga di Mina yang disisir petugas. Lalu Kantor Kepolisian di Mina. Tahapan di RSAS tidak hanya melihat kondisi jamaah di ICU. Fokus pencarian adalah jamaah yang tidak memiliki identitas, baik yang dirawat maupun di kamar jenazah,” katanya.
Jaetul menyebutkan, selama gelar operasi Armina, ada 383 jamaah yang terpisah dari kloternya. Tetapi semuanya bisa ditemukan dan kini pihaknya sejak kemarin kembali melakukan pencarian terhadap Atim Arta Ota dan Hadi Sukma Adsani.
Sementara itu, Nasrullah Jasam, Kadaker Mekah mengatakan, laporan jamaah terpisah sudah masuk sejak lama. Dan sejak saat itu Linjam sudah bergerak melakukan pencarian dua jamaah yang terpisah dari kloternya tersebut.
“Kami masih melakukan penelurusan jamaah yang terpisah,” ucapnya.
Sekadar informasi, mulai besok (Selasa, 26/9/2017) jamaah haji akan meninggalkan Kota Mekkah untuk melaksanaan ibadah arbain di Masjid Nabawi, Madinah. Pemulangan jamaah gelombang pertama sendiri dari Bandara Jeddah menuju Tanah Air sudah berakhir pada 21 September lalu.
Dengan demikian, Kota Mekkah mulai Selasa besok akan kosong dari jamaah haji Indonesia. Sementara seluruh petugas Daker Mekkah akan diberangkatkan ke Tanah Air pada 29 September mendatang.
(kri)